Tulisan Ahmad Shofi bin Nur Fuadi

“Kebatilan teori Darwin”

Oleh : Ahmad Shofi

Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan diberi kesempurnaan berupa otak, dan telah kita ketahui semua dan bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa asal usul manusia adalah dari orang yang pertama kali hidup di jagad raya ini, yakni bapak kita Adam A.S, besamaan dengan adanya bukti-bukti otentik yang memberi pengertian tentang itu semua , muncul-lah orang yang berinisial (D) atau yang lebih dikenal dengan Darwin , dialah orang yang mencetuskan sebuah teori bahwa manusia berasal dari keturunan seekor kera

Bahkan lebih dari sekedar itu, diapun berkeyakinan sesungguhnya permulaan wujud manusia itu berasal dari bakteri / kuman yang berada di atas permukaan air , lalu selang beberapa waktu berubah menjadi seekor katak ,lalu berevolusi menjadi seekor ikan dan setelah itu barulah seekor ikan itu berevolusi menjadi seekor kera , kemudian setelah melalui beberapa dekade yang panjang dan dengan adanya perkembangan zaman, seekor kera yang cara berjalannya kadang-kadang dibantu dengan kedua tangannya berevolusi menjadi seorang manusia yang berjalan dengan tegak tanpa bertopang dengan tangan. Demikianlah rangkaian evolusi / metamorfosis dari seorang manusia .

Dapat kita simpulkan dari uraian-uraian diatas bahwa nenek moyang  seorang manusia yang mulia adalah seekor sinpanse yang tidak bermoral. Dan dapat kita sikapi pula teori ini dengan teori gila yang hanya berlandaskan kepada keyakinan semata tanpa ditunjang dengan argumnentasi yang falid yang membuktikan akan kebenaran-kebenaran teorinya. Jika kita merujuk kepada Al-Qur’an lalu kita bandingkan apa yang ada di dalamnya dengan semua pernyataan Darwin ini , maka kita akan menjumpai beberapa konvrontasi di dalamnya, semisal Allah telah menyatakan dalam firman-nya: ولقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم               Yang artinya : sungguh telah kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang paling sempurna.

Berbeda dengan teori Darwin yang malah menghina akan status manusia dengan pernyataannya bahwa asal manusia adalah dari keturunan seekor sinpanse.

Ada kemungkinan dari pernyataan ini, bahwa teori ini berlaku hanya untuk Darwin dan para pengikut doktrinnya saja, karena kita yakin bahwa setiap manusia yang berakal sehat tidak akan rela jika dia dikatakan keturunan dari seekor sinpanse atau gorilla.

Kesalahan mutlak  teori Darwin dari segi rasio

Apabila kita amati doktrin ini dengan seksama maka kita akan menjumpai di dalamnya sebuah kekeliruan yang fatal, yaitu bagaimana mungkin, seekor kera pada zaman itu berkembang dan berevolusi menjadi manusia secara alami, sedangkan fakta pada zaman ini telah membuktikan akan mustahilnya hal itu, dan imposibel rasanya jika ditemukan pada era moderen ini seekor kera berevolusi menjadi seorang manusia dengan melalui proses alami ? lalu apa bedanya kera zaman dahulu dengan kera zaman sekarang ? Sungguh teori ini benar-benar gila . Dan mungkin kita bisa mengkiaskan teori gila ini dengan yang lain , (apakah mungkin seekor semut bisa aberevolusi menjadi seekor kucing lalu berubah menjadi seekor singa setelah melalui beberapa kurun waktu yang   lama ?)

Hakekat dari tujuan  teori Darwin

Setelah kita kupas dan ulas dengan tuntas masalah ini tibalah kita dalam pembahasan tujuan dari teori Darwin yang sebenarnya. Darwin yang merupakan orang yahudi asli berkeinginan dengan perantara teori ini meniadakan pencipta  makhluk hidup  karena doktrin-nya menyatakan bahwa perubahan alam semesta dan

penghuninya  murni dari evolusi alam, dengan ini maka menjadi jelas hakekat tujuan Darwin dengan mencetuskan teori ini hanya untuk mempengaruhi iman orang islam agar tidak percaya adanya pencipta alam semesta yaitu Allah SWT. Maka dari sini telah tersingkap sesungguhnya Darwin termasuk dari pada murid-murid Iblis dan merupakan Dajjal di eranya. @@@@@@@@     

“ Perealisasian Sunnah Nabawiyah ”

Oleh : Ahmad Shofi

Kehidupan manusia di dunia ini bagaikan panggung sandiwara, yang skenario / naskah ceritanya sudah di atur oleh sang Kholiq  Allah SWT. Akan tetapi semua jalan kehidupan di dunia  mempunyai norma-norma yang mengatur kelangsungannya.

Karena itu Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang merupakan landasan utama dari Syari’at agama samawi kepada para delegasinya ( Rosul ) untuk disampaikan kepada umat mereka masing-masing dan untuk direalisasikan apa yang terkandung di dalamnya.

Agama Islam merupakan salah satu agama samawi yang dibawa oleh makhluk yang termulia di mata Allah SWT dialah Nabi Muhammad SAW, beliau diutus ke dunia ini dengan penuh rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam seperti yang tertera dalam firman Allah :                             

و ما أرسلناك إلا رحمة للعالمين                                                                                                      

Artinya : tidaklah Aku mengutusmu melainkan untuk rahmat bagi seluruh alam.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok Syari’ kedua setelah Allah SWT, karena setiap yang beliau ucapkan dan lakukan akan menjadi dustur kelangsungan hidup manusia, karena itu Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk mengikuti  ajarannya, dan  semua itu telah terabadikan di Al-Qur’an :

يآأيها الذين آمنو أطيعو الله و أطيعو الرسول  (الآية)

Peranan sunnah dalam kehidupan

Perkataan dan perbuatan Nabi SAW atau yang lebih dikenal dengan sunnah merupakan pegangan hidup bagi manusia

yang akan membawa mereka kepada kebahagian dunia dan akhirat .

Akan tetapi patut disayangkan sekali, kebanyakan manusia pada zaman ini enggan untuk merealisasikan sunnah, mereka malah terfokus untuk mencari tradisi / budaya yang dibawa oleh orang-orang barat , bahkan mereka anggap bahwa merealisasikan sunnah adalah pekerjaan yang kolot.

Sekelumit contoh yang sudah terpampang di mata kita, kebiasaan membuka aurat dikalangan masyarakat sudah menjadi tradisi yang tak teeralakkan lagi, sedangkan Nabi jauh-jauh hari telah memerintahkan umatnya untuk menutup aurat. Mungkin diantara mereka ada komunitas kecil yang masih mengamalkan sunnah  dan mungkin diantara mereka ada yang menutupi auratnya akan tetapi salah dalam niatnya, mereka menutup hanya untuk tren semata tanpa diiringi dengan niat yang tulus karena Allah SWT.     

Bukti kuat kebenaran sunnah

Nabi Muhammad adalah orang yang paling jujur dalam sejarah kehidupan, bahkan kawan atau lawanpun  mengakui kejujurannya, dan bukti akan kebenaran perkataannya di zaman ini telah  jelas, suatu ketika beliau pernah bersabda :

ما ملأ ابن آدم وعاء شرا من بطنه ، حسب ابن آدم لقيمات يقمن صلبه و إن كان لابد فثلث لطعامه و ثلث لشرابه و ثلث لنفسه ( الترمذي )

Yang artinya: tidaklah anak keturunan Adam memenuhi suatu wadah yang lebih hina dari pada perutnya sendiri, cukup bagi anak Adam beberapa suap untuk mengganjal perutnya, dan jika

diperlukan maka seper tiga dari perutnya untuk makan, seper tiga untuk minum dan seper tiga yang lain untuk bernafas.

Para cendikiawan ilmu biologi / dokter sekarang telah mengakui bahwa apa yang telah dikatakan oleh Nabi terbukti kebenarannya, bahkan sebelum membaca hadist ini mereka    ( para dokter ) kuwalahan untuk mengatasi masalah pencernaan lalu setelah itu mereka membuat eksperimen untuk membuktikan kebenarannya, dan hasilnya, sekarang mereka mempraktekkan teori ini untuk memberi masukan kepada para pasiennya masing-masing.

Dengan demikian masihkah kita enggan untuk merealisasikan sunnah nabawiyah? Dan mungkinkah Nabi kita akan membawa kita kepada hal-hal yang berdampak negativ?@@@@

“ Manusia yang sempurna “

Oleh : Ahmad Shofi

Kesempurnaan yang fantastis yang dimiliki oleh Nabi besar Muhammad SAW sungguh tak tertandingi, karena Allah selaku pencipta alam semesta telah berkehendak untuk menciptakan sesuatu yang terindah dalam hidup dan kehidupan ini, Dia telah memberikan kesempurnaan kepada satu ciptaan-Nya ini dari segala segi kemanusiaan  (bukan  ketuhanan ), luar dalam, dzhohir batin, dialah Nabi Muhammad SAW.

Andaikan hamparan samudra yang tak bertepi menjadi tintanya dan ranting-ranting pohon di permukaan bumi ini menjadi penanya niscaya semua itu tidak akan mampu menyifati kesempurnaanya, dan hanya penciptanya saja yang bisa melakukan hal itu semua. Adapun bukti-bukti akan kebesaranya tak perlu diragukan lagi, karena Allah telah bersumpah dengan keluhuran budi yang ada diri Nabi SAW, dalam firmannya :

و إنك لعلى خلق عظيم

Artinya : dan sesungguhnya engkau berbudi pekerti yang agung.

Tiada satupun makhluk yang dapat menandinginya dalam berbagai hal, beliau adalah seorang yang hidup di era keemasan, era yang hidup di dalamnya para manusia terbaik sebagaimana yang terukir dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah telah memberikan gelar kepada para sahabat Nabi dengan umat terbaik  :

كنبم خير أمة أخرجت للناس ( الآية )

Yang artinya :  kalian adalah sebaik-baiknya umat yang di keluarkan untuk manusia

Hidup di kalangan orang-orang terbaik dan masa terbaik serta menjadi orang terbaik adalah karakter Nabi Muhammad SAW.

Beliau adalah cahaya yang menerangi alam dengan cahaya nabawinya, bahkan andaikan rembulan disandingkan dengannya niscaya cahayanya tidak akan sirna bahakan sang rembulanlah yang akan membiaskan cahaya beliau. Walaupun beliau hidup di empat belas abad silam, akan tetapi semua peninggalan beliau yang berupa jasa, sunnah-sunnahnya, tidak akan pernah kandas ataupun punah, dan walaupun perkembangan teknologi sudah mencapai puncaknya dan semua serba modern akan tetapi kesannya tidak akan luntur ditelan zaman.

Nasab yang terhormat

Ibnu Abbas beerkata : Rosulullah bersabda :

لم يلتقي أبوي قط على سفاح لم يزل الله ينقلني من الأصلاب الطيبة الى الأرحام الطاهرة مصفا مهذبا لا تتشعب شعبتان الا كنت في خيرهما

Artinya : tidaklah pernah kedua orang tuaku bertemu dalam keadaan hina , Allah masih memindahkan aku  dari tulang rusuk yang baik kedalam rahim-rahim yang suci dalam keadaan

tersucikan dan terdidik , tidaklah dua orang berkumpul kecuali aku dalam kebaikan mereka berdua.

Maksud dari hadist ini adalah, Nabi di ciptakan melalui orang laki-laki dan orang perempuan terbaik di zamanya.

Seperti yang telah di ketahui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah anak tunggal dari pasangan Abdullah dan Aminah, lalu apa hikmahnya beliau tidak memiliki saudara kandung ? ini adalah hikmah Allah yang telah menjadikan semua

kebaikan yang ada dalam diri Abdullah dan Aminah turun kepada diri Rosulullah SAW semata, maka hanya dia seorang yang menerima warisan kebaikan dari para datuk-datuknya dengan tanpa dibagi-bagi.

Rupa yang menawan

Imam Qurtubi berkata : sungguh ketampanan Nabi Muhammad SAW tidak dapat dipandang oleh mata orang biasa.

Wajah beliau yang mulia bak rembulan di malam hari dan bagaikan sang surya di siang hari yang mana mata telanjang tidak akan sanggup untuk memandangnya dengan seksama.

Allah berfirman :

قد جاءكم من الله نور و كتاب مبين ( الآية )

Yang dimaksud dengan nur di ayat ini adalah Nabi Muhammad SAW, beliau di ciptakan dari cahaya. Rosulullah bersabda dalam Hadist masyhurnya :

أول ما خلق الله نور نبيك يا جابر

Artinya : sesuatu yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah cahaya Nabimu wahai Jabir.

Siti ‘Aisyah berkata : jika Rosulullah merasa senang maka mimik mukanya akan mengeluarkan kilauan saperti kilauan bulan purnama.

Mungkin orang-orang menganggap bahwa Nabi Yusuf adalah manusia tertampan di jagad raya ini seperti yang tertulis di buku-buku cerita, samapai-sampai beberapa wanita tak terasa mengiris jari-jemarinya  tatkala memandangi wajah tampan beliau, lalu kenapa para wanita di masa Nabi Muhammad SAW tidak mengalami hal demikian ? inilah karakter dari ketampanan Nabi yang fantastis yang tidak menimbulkan fitnah dikalangan kaum hawa, karena para sahabat jika berada dihadapan beliau bagaikan orang yang hinggap di atas kepalannya seekor burung, mereka tertunduk karena besarnya wibawah Rosulullah SAW, kecuali para sahabat yang masih kecil, mereka bisa bertatap muka langsung dengan beliau, oleh sebab itu  ketampanan ini dinamakan ketampanan yang berwibawah.

Akal superior

Akal yang sempurna akan tumbuh dari perangai yang sempurna pula dan dengannya pula akan timbul rasa taat kepada sang kholik serta menjauhi perbuatan yang tidak sesuai dengan syari’at.

Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang berbudi luhur dan berperangai bijak, maka tidak heran jika beliau mempunyai akal yang superior dan tingkat IQ yang tak terkalahkan .  Bagaimana mungkin, beliau mempunyai akal yang sempurna ? tentu itu bukan sesuatu yang aneh, karena Allah SWT telah menjadikannya Nabi dan Rosul-Nya dan tidak hanya itu  Allah juga menjadikannya penutup para Nabi dan Rosul sehingga semua ilmu dan mukjizat Nabi-Nabi terdahulu berada dalam diri Nabi Muhammad SAW .

Mungkin ini adalah sekelumit bercak sifat dari Rosulullah SAW yang jika diibaratkan dengan hamparan pasir di bumi, ini adalah segelintir pasir yang berada di antaranya.@@@@@@  

“ History Terdasyat “

Oleh : Ahmad Shofi

Kecanggihan teknologi di zaman ini yang berkembang dengan pesat membawa berkah tersendiri bagi umat manusia, seiring dengan meningkatnya SDM banyak produk-produk mutakhir yang

lahir dari tangan para ilmuwan, seperti kendaraan bermotor, telpon genggam, pesawat televisi dan lain sebagainya semua ini mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Perjalanan yang dulu terasa melalelahkan kini ditempuh dalam waktu yang singkat, komunikasi yang dulu sulit dijangkau kini hanya tinggal pencet tombol terdengarlah suara komunikan keluar dari pesawat telpon, namun hal-hal canggih ini masih tidak secanggih peristiwa yang dialami oleh Nabi besar Muhammad SAW di saat melakukan isra’ dan mi’raj.

History ini bermula dari kesedihan Nabi Muhammad SAW tatkala di tinggal oleh dua orang yang dicintainya yaitu pamannya      Abu Tholib dan istrinya Siti Khodijah, maka tahun itu desebut dengan tahun kesedihan.

Di malam itu Allah mengutus sebuah makhluknya yang bernama buroq yang memiliki kapasitas kecepatan super power, sejauh mana mata memandang maka disitulah dia melangkah satu tapak, asalnya adalah dari tempat yang diimpikan oleh setiap orang  untuk memasukinya yakni surga. Dia adalah binatang yang berwarna putih, ukurannya lebih pendek dari kuda dan lebih tinggi dari keledai .

Tanda-tanda kebesaran Allah

Perjalanan ini dimulai dari masjid haram Makkah sampai ke masjid Aqso Palestina, peristiwa ini merupakan sejarah emas bagi Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra’:

سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير

sesampai disana Nabi Muhammad SAW mengikat buroq di sebuah batu, lalu beliau masuk ke dalam masjid dan sholat dua rakaat bersama-sama para Nabi dan Malaikat yang menjadi

makmumnya, setelah menunaikan sholat beliau keluar dari masjid dan tiba-tiba Jibril mendatanginya dan menawarinya dengan membawa dua baskom, yang satu berisi susu dan yang lain berisi khomer, maka beliau memilih baskom yang berisikan susu dan Jibril pun berkata : engkau telah memilih kesucian.

Kemudian beliau naik ke langit dan melewati pintu demi pintu langit, sapai akhirnya beliau naik ke langit yang ke delapan yang di sebut sidrotul muntaha disana beliau melihat kejadian-kejadian yang menakjubkan, diantaranya beliau melihat baitul makmur tempat di mana setiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat dan tidak akan ke luar kembali darinya, terhitung dari pertama kali Allah menciptakannya sampai hari akhir, setelah itu tatkala beliau hendak naik ke Arsy guna bertemu dengan Allah, beeliau melihat Jibril tidak beranjak dari tempatnya seraya  berkata : wahai Jibril tegakah dirimu meninggalkan aku seorang diri ? Malaikat Jibril menjawab : cukup sampai disini aku mengantarkanmu dan jika aku melangkahkan kakiku sejengkal niscaya aku akan terbakar.

Lalu Beliau naik ke Arsy dan disana Beliau bertemu dengan tuhannya Allah SWT dengan pertemuan yang tidak bisa digambarkan oleh otak manusia biasa, dan Allah memberikan

kepada Beliau ilmu-ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang

yang akan datang, Allah juga memerintahkan kepada beliau dan umatnya untuk melaksanakan sholat lima waktu.

Demikian sekilas dari peristiwa yang menurut orang-orang non muslim hanyalah dongeng semata, padahal kejadian ini adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Amerika boleh berbangga dengan pahlawannya   (Neil Amstrong) sebagai orang yang pertama kali mendarat di bulan, Rusia boleh bangga dengan statusnya sebagai Negara yang pertama kali meluncurkan pesawat ulak-alik ke angkasa , Jepang boleh bangga dengan kerata ekspresnya dan segala karya-karya teknologi nya, namun itu semua jika di bandingkan dengan kebanggaan orang islam kepada Nabinya SAW tatkala melakoni peristiwa isra’ dan mi’raj, dan walaupun para ilmuan sudah menembus ruang angkasa  itu semua tidak sebanding bahkan levelnya jauh di bawah level isra’ dan mi’raj. Mungkin para ahli teknologi mampu untuk  mendeteksi keberadaan planet-planet yang ada di dalam tatanan tata surya saja, tapi apakah mereka mampu mendeteksi benda-benda angkasa diluar tata surya ? itu merupakan hal yang mustahil, sedangkan yang di alami oleh Nabi SAW bukan hanya tata surya yang di jelajahinya akan tetapi dimensi langit pertama hingga langit ketujuh sudah di lewatinya bahkan lebih dari itu beliau naik ke tempat yang tertinggi di semesta ini yaitu Arsy.     

Maka dengan adanya perbandingan ini semoga umat islam tidak minder dengan kecanggihan teknologi buatan orang-orang non muslim.@@@@@

“Menejemen Keluarga Harmonis”

Oleh : Ahmad Shofi

Keutuhan keluarga adalah sesuatu yang selalu didambakan oleh setiap insan manusia terlebih lagi jika di dalamnya terdapat sebuah keharmonisan, walaupun hidup serba pas-pasan, rumah agak sempit, akan tetapi penghuninya akan menuai kebahagiaan yang tiada taranya jika keharmonisan singgah di tempat mereka.

Konon keluarga pada zaman dahulu kala, tidak mempunyai keutuhan dan keharmonisan bahkan suatu yang paling riskan disaat itu adalah para kerabat tidak ada yang mau membantu satu dengan yang lainya malah keberadaan mereka menjadi masalah yang pelik.

Beberapa misal pada zaman dahulu, yang berlandaskan moral binatang yaitu status wanita di saat itu begitu rendah dan hina, apabila seorang istri di waktu itu melahirkan seorang anak perempuan maka dengan sadis dan tanpa adanya belas kasihan para suami mengubur anaknya dengan hidup-hidup, begitu pula jika para suami sudah menceraikan para istrinya, mereka tidak mau melihat istrinya di kawin oleh orang lain, ataupun mereka rela istrinya dikawin oleh orang lain akan tetapi mahar / mas kawinnya mereka akan ambil dengan paksa. Itulah sekelumit dari kisah di zaman jahiliyah yang mana di dalamnya hampir mustahil di dapatkan keluarga yang utuh dan harmonis. Adapun di zaman ini status wanita telah berkembang dengan cepat dan terjunjung tinggi karena telah terdapat undang-undang Emansipasi Wanita, bahkan status mereka disama ratakan dengan status kaum pria, kalau seorang pria di zaman ini bisa bekerja sebagai kondektur maka kaum hawapun tak mau ketinggalan diantara mereka ada yang bekerja sebagai kondektur bis kota. Semua hal-hal

ini, baik di zaman jahiliyah ataupun sekarang tidak sesuai dengan tuntunan syari’at agama Islam.

Metode pergaulan suami istri

Allah telah memerintahkan kaum pria untuk menggauli istrinya dengan cara yang baik dan memahami kekurangan yang terdapat

pada mereka berupa akal dan agama yang tidak sempurna, Nabi Muhammad SAW bersabda :

     خيركم خيركم لإهله و أنا خيركم لإهلي

Yang artinya : paling baiknya kalian adalah yang paling dengan keluarganya dan aku adalah paling baiknya kalian pada keluargaku.

Diantara cara yang mendatangkan keharmonisan dalam keluarga adalah adanya mawaddah yaitu selalu memperhatikan apa yang

dilakukan istri, jika ada kekurangan maka sang suami memberikan motivasi kepada istri untuk membenahi kekurangan tersebut dan juga rasa cemburu, karena barang siapa yang tidakmempunyai rasa kecemburuan maka Allah akan memasukkan dia kedalam api neraka dari berbagai pintu yang dia mau begitu pula sebaliknya.

Dan sesuatu yang tak kalah pentingnya adalah adanya pengertian diantara mereka, jika salah satu melakukan kesalahan kepada yanglain maka hendaknya bagi yang bersalah segara meminta maaf kepada yang lainya, jangan pula sebaliknya yaitu jika salah satu membuat kesalahan maka dia tidak mau meminta maaf sedangkan yang lain malah membesar-besarkan masalahnya, maka jangan salahkan siapapun jika umur keluarga mereka tidak akan berlangsung dengan lama dan langgeng.

Sambako merupakan kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, karena peran sembako dalam sebuah keluarga sangat penting untuk menunjang kesejahteraannya, maka hendaknya bagi suami agar berusaha memenuhinya baik secara lahir atau batin.

Contoh dari kebutuhan lahir ialan sandang, pangan dan papan sedangkan batin adalah memberikan kepuasan istri lewat hubungan intim dan juga memberikankan nasehat yang bersifat spiritual, begitu pula dengan anak, seorang ayah harus memenuhi kebutuhan wajibnya anak baik uang saku atau keperluan yang bersangkutan dengan pendidikanya.

Hubungan antara anak dan orang tua

Islam menganjurkan kepada orang muslim untuk memberi nama anak-anaknya dengan nama yang baik, karena Rosulullah sangat menyukai nama nama yang baik dan jika beliau menjumpai nama yang kurang layak maka dia akan menggantinya.

( من حق الولد على الوالد ، أن يحسن أدبه و يحسن اسمه )

Artinya :  dari pada hak-hak anak kepada ayahnya adalah dididik dengan pendidikan yang berkualitas dan di berikan nama yang baik.   

Adapun nama yang paling Allah senangi adalah Abdullah dan Abdur Rahman sedangkan nama yang paling Allah benci adalah nama yang menyerupai nama-nama orang kafir.

Pada saat ini yang paling mengherankan kenapa orang-orang islam tidak mau menggunakan nama yang beesifat islami

seperti Muhammad, Ismail, Ibrahim dengan niat agar kebaikan yang ada pada mereka pindah kepadanya walaupun itu hanya sebagian kecil ? mungkin sebab dari itu semua adalah rasa malu yang menyelimutinya, karena nama islam di era ini menurut mereka sudah terbelakang,  tidak hanya itu saja mereka malah berbalik haluan, dan dengan bangga mereka memilih nama-nama bintang film barat, karena mereka ingin dikatakan orang yang mengikuti tren zaman.

Diantar hal yang paling pokok untuk menjalin hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua adalah, wajib bagi sang anak untuk berbakti kepada orang tuanya, karena dengan berbakti kepada orang tua sang anak akan mendapatkan balasan yang baik di dunia sebelum di akhirat, Rosulullah bersabda :

بروا أبآئكم تبركم أبناؤكم

Berbaktilah kamu semua kepada orang tua kalian, niscaya anak-anak kalian akan berbakti kepadamu semua.

Begitu pula sebaliknya, wajib bagi orang tua untuk membantu anak-anaknya agar mereka bisa berbakti, baik dengan dukungan material ataupun batin, contohnya memperhatikan activitas mereka dengan memerintahkan kepada mereka untuk sholat dan mengajari cara-caranya, karena itu adalah sesuatu kewajiban yang paling dituntut oleh agama kepada para orang tua untuk anak-anaknya begitu juga memberi nasehat tentang kebaikan, diselingi dengan cerita yang mengandung hikmah dari bakti kepada orang tua dan menjaga mereka dari aspek-aspek terjadinya kedurhakaan seperti melarang mereka untuk bergaul dengan teman-teman yang tidak bermoral, karena itu Allah berfirman :

قو أنفسكم و أهليكم نارا

Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.

maka lazim bagi seorang anak untuk berbakti dan menyenangkan orang tuanya, karena hal yang paling membuat orang tua bahagia adalah kepandaian anak dalam melasanakan kewajiban mereka terhadap orang tua,

نعم الإله على العباد كثيرة             و أجلهن نجابة الأولاد

Dengan demikian maka timbullah diantara orang tua dan anak rasa saling mendukung untuk membentuk keutuhan dan keharmonisan keluarga.@@@

Krisis

Oleh : Ahmad Shofi

Krisis yang melanda umat islam dizaman ini sungguh sangat merata dan menyeluruh dari berbagai aspek kehidupan dari mulai yang paling berpengaruh untuk kemajuan umat Islam yaitu akhlakul karimah sampai pada masalah paling remeh yang bersangkutan dengan kehidupan sehari-hari yaitu berupa ketrampilan.

Walaupun mereka semua sudah mengerti bagaimana cara menyikapinya dan apa solusinya, seperti mengikuti petunjuk dari rujukan islam berupa Al-Qur’an Karim, Hadist Nabawi serta petua para ulama’ dan Sastrawan Islam, akan tetapi dengan bodohnya mereka acuh-tak acuh terhadapnya karena mereka menganggap itu semua hanya materi semata yang tidak bisa mempengaruhi dalam realita hidup ini.

Maka oleh karena itu marilah kita mengulas tentang beberapa krisis yang melanda umat ilsam.

Krisis moral (akhlaku karimah)

Nabi Muhammad SAW adalah sosok dari seorang manusia yang bermoral tinggi, berakhlak, mulia berbudi luhur, karena itu  kawan maupun lawan segan dan sungkan dalam menghadapi beliau. Allah yang telah memberikan keistimewaan itu tidak lain dan tidak bukan karena berkehendak untuk mengutusnya sebagai penyempurna akhlak, sebagaimana sabda Nabi :

إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق

Aku di utus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak

Budi pekerti yang luhur adalah salah satu aspek untuk menuai keberhasilan baik di dunia yang fana ini ataupun kelak di akherat nanti, karena hal ini adalah senjata yang ampuh untuk menaklukkan segala macam musuh, jika kita bernostalgia ke empat belas abad yang silam yang mana hiduplah disana manusia-manusia terbaik dan pilihan, guna mendampingi dan bersosialisasi dengan makhluk yang terbaik di semesta  yakni Nabi besar Muhammad SAW, maka kita akan menemukan sebuah budi pekerti  yang luhur sudah menjadi tradisi dan adat bagi mereka.

Dan fakta telah membuktikan akan keampuhan akhlak mulia  dengan takluknya dua kerajaan super power  di era itu Persia dan Romawi ditangan umat islam, padahal jika menurut akal biasa mustahil bagi orang Islam untuk bisa menaklukkan dan menguasai sebuah kerajaan yang berkekuatan sepuluh kali lipat dari kekuatan orang Islam, lalu setelah mereka menguasainya, mereka mampu untuk hidup dengan norma norma agama yang menjunjung tinggi akan nilai-nilai moral.

Oleh karenanya cara yang paling efektif untuk menanggulangi krisis ini adalah dengan meniru suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW dalam segala perbuatanya.

Krisis Qona’ah

Rasa ingin menggapai dan memperoleh sesuatu yang diinginkan adalah dambaan setiap insan manusia, baik itu bersifat duniawi atau ukhrowi. Akan tetapi janganlah rasa ini sampai kepada tensi kerakusan ( tamak ) karena tamak adalah perasaan yang tidak akan pernah puas dengan sesuatu yang sudah dalam genggaman, bahkan selalu menginginkan yang lebih itu.

Hal inilah yang sekarang melanda mayoritas muslim pada umumnya, mereka tidak rela dengan apa yang sudah menjadi

ketentuan Allah SWT, mereka selalu berlomba lomba di dunia ini untuk mencari kepuasan padahal di darul fana’ ini sangat jarang sekali ditemukan orang yang puas dengan hasil kerja kerasnya dan mustahil rasanya jika di zaman ini di temuan orang yang mempunyai sifat qona’ah ( menerima apa adanya ). Karena qonaah adalah sifat yang hanya dimiliki orang tingkat keikhlasannya sangat tinggi.

Apabila sifat ini sudah bersenyawa di dalam diri seseorang niscaya orang tersebut tidak akan merasa kekurangan apa-apa walaupun kenyataanya dia hidup dalam kondisi pas-pasan, bahkan dia merasa bak seorang raja yang selalu berkecukupan dalam pola hidupnya.

القانعة كنز لا يفنى

Rasa Menerima apa adanya adalah simpanan berharga yang tak pernah sirna

Krisis kepemimpinan

Seorang pemimpin adalah figur panutan bagi bawahannya dalam segala hal yang baik atau buruk, jika seorang pemimpin berperilaku teladan maka dapat diprediksi bawahannya akan ikut baik pula.

Pada saat ini umat muslim sedang didera miskin pemimpin dan sangat sulit sekali untuk mencetak SDM yang berkarakter pemimpin adil dan bijaksana serta jujur.

Dalam kepemimpinan suatu daerah atau organisasi kejujuran dan kebijaksanaan sangatlah diperlukan untuk memberikan sebuah langkah langkah kemajuan, dalam mengambil keputusan seorang pemimpin harus tahu bagaimana sekiranya keputusannya bisa diterima oleh anggotanya.

Perasaan menang sendiri, otoriter, dictator, dan yang lain dari pada sifat-sifat buruk harus dijadikan musuh bagi seorang pemimpin dan harus selalu diperangi kapunpun hal itu muncul di

benak, jangan sampai semua sifat ini menjadi dominan dalam dirinya karena itu akan mengakibatkan dampak negative yang akhirnya akan menimbulkan perpecahan.

Walaupun di saat ini orang islam minim pemimpin yang jujur dan amanat akan tetapi tidak menutup kemunginan umat islam akan bangkit dan menemukan jati diri sebagai umat yang selalu diatas yang mana semua itu telah lenyap dalam delapan abad terakhir. Cara yang paling efektif untuk menangulangi problema ini adalah dengan selalu mengutamakan orang lain dan rasa tanggung jawab karena dengan dua senjata ini seorang pemimpin akan dihadapkan kepada perasaan arogan terhadap kemajuan bawahannya serta perasaan hati hati dalam mengambil sikap karena itu akan dipertanggung jawabkan.

Dari beberapa uraian di atas kita dapat mengambil sebuah konklusi bawa krisis yang mendera umat islam bukan sebagian aspek saja akan tetapi dari berbagai aspek kehdupan.

Demikian dari kita secuil dari ulasan tentang krisis yang ada pada umat islam pada saat ini walaupun masih banyak yang belum kita uraikan secara terperinci.@@@@

ULAMA’ SU’

Oleh : Ahmad Shofi

Allah SWT selaku tuhan yang maha esa telah mewajibkan kepada hamba hambanya untuk menuntut ilmu agama dengan perantara lisan Nabinya SAW agar mereka dapat mengetahui arti dan makna hidup ini :

طلب العلم فريضة على كل مسلم

Artinya : wajib bagi seorang yang muslim untuk menuntut ilmu.

Definisi dari ilmu yang terdapat dalam hadist di atas adalah ilmu agama yang bisa mengantarkannnya untuk menuju ridho Allah SWT dan membingnya dalam mengarungi bahtera kehidupan ini agar tidak terpedaya dengan hal hal duniawi.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan banyak dari pada hambanya bersetatus sebagai tolibul ilim, dan syukur aku panjatkan kepadanya karena telah dia telah berkehendak untuk menjadikan ilmu ilmu hambanya bermanfaat sampai pada era ini. Akan tetapi sungguh sayang sekali banyak di zaman ini para pakar ilmu menyalahgunakan keilmuan mereka hanya untuk mencari sesuatu yang hina yakni aghrod dunywiyah semata.

Sok Tahu

Betapa sering kita mendapatkan orang yang berlagak sok tahu padahal, dia tidak mempunyai kapasitas ilmu yang memadai untuk belagak seperti halnya ulama’, mereka jika diibaratkan bagaikan buah delima yang belum ranum dan bak kayu muda yang belum bisa digunakan untuk tiang penyangga atap rumah dan bagaikan orang yang memberi penerang sebuah ruangan hanya dengan cahaya lilin, alangkah tergesa gesanya orang ini hingga dia tidak

sadar bahwa apa yang dia perbuat bukan membuahkan manfaat bahkan sebaliknya yakni akan menyebabkan bahaya baginya.

Telah menjadi hal yang lumrah dikalangan kita sekarang ini jika ada orang yang mampu dalam memainkan dengan mahir lisannya dihadapan hadirin, dia akan dikatakan seorang ulama’ atau ustazd walaupun kenyataannya dia adalah orang yang tidak mempunyai ilmu, jika ia dipinta sebuah fatwa maka bukannya dia merujuk kepada kitab mu’tabarah bahkan dia akan menjawabnya dengan menurut logikanya sendiri. Semua ini dia lakukan tidak lain hanya demi mengejar ambisinya atau mencari popularitas semata.

Nabi bersabda :

أن الله لايقبض العلم ا نتزاعا و لكن يقبضه بقبض العلماء حتى إذا لم يبق عالم اتخذ الناس رؤوسا جهالا فسئلوا فأفنو بغير علم فضلوا وأضلوا

Artinya :

Sesungguhny Allah tidak mencabut ilmu dengan sekaligus akan tetapi mencabutnya dengan mematikan para ulama, sehingga tatkala tidak ada ulam’ yang tersisa maka manusia akan menjadikan orang orang bodoh sebagai pemimpin lalu mereka tatkala ditanya maka mereka menjawab tanpa berlandaskanilmu. Mereka semua sesat dan menyesatkan.  

Inilah sebagian gamabaran seorang ulama’ su’ yang harus selalu di waspadai dan dijauhi.

Singa Berbulu Domba

Ada sebagian dari mereka yang hakekatnya adalah seorang ulama’ yang mempunyai kapasitas ilmu agama yang

memadai dan mempuyai potensi untuk mewujudkannya akan tetapi faktanya mereka tidak merealisasikannya dalam realita khidupan malah dengan piawainya mereka memutar balik situasi dan kondisi menjadi sebuah peluang untuk menimbun harta atau mencari ketenaran.

Mereka memang dikatakan dan dianggap ulama’ , mereka memang orang terpandang, mereka dianggap orang yang berjasa karena telah memberikan siraman rohani dan memberikan perlindungan kepada mereka akan tetapi dibalik itu semua dia berambisi untuk menerkam mereka dari belakang bak ada udang dibalik batu atau singa berbulu domba.

Sayyidina Umar berkata ketika menyifati orang yang hanya punya ilmu, tidak mengamalkanya :

أخوف ما أخاف عليكم منافق عليم باللسان

Artinya :

Yang paling aku takutkan dari kalian adalah orang yang dengan lisannya tanpa di barengi dengan praktek pengamalan.

Rosulullah bersabda :

أنا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال ، قيل وما ذلك ؟ قال : علماء سوء

Ada yang aku paling takutkan dari pada dajjal pada diri kalian maka dia ditanya siapa itu ? dia adalah ulama’ su’

Adapun contoh unutk hal ini, kita tidak perlu bersusah payah mencarinya karena hampir setiap hari selalu ada warata miring tentang tokoh agama yang dimuat baik media cetak ataupun elektronik, semisal ada seorang kyai dengan bangga dia joget bareng dengan salah satu penyayi tanpa memikirkan dampak negative yang akan kembali kepada dirinya dan para pengikutnya.

Bukan sebuah yang lazim untuk kita harus mengikuti semua apa yang dilakukan oleh para ulama’ karena diantara mereka mengkin ada yang mendustai ilmunya dengan melakukan kebalikan apa yang mereka ketahui, akan tetapi yang wajib bagi kita adalah menyeleksi apa yang mereka lakukan, jika sekiranya singkron dengan apa yang ditetapkan oleh syaria’t maka kita harus mengikutinya.

Banyak orang karena sangat fanatic dengan salah seorang ulama’ dia rela berbuat apa saja demi ulama’ tersebut bahkan jika perlu nyawanya pun jadi taruhannya, kesalahan bukan menjadi masalah

baginya karena dia menyangka bahwa kesalahan yang dilakukan oleh ulama’ tidak berdampak kepada dosa, dan itu dianggap sebagai suatu yang lumrah.

Alangkah bodohnya orang seperti ini, padahal sesuatu yang dia kira mendapat pahala malah menyeretnya kedalam api jahannam.

Fanatic terhadap sesuatu itu tidakdiperbolehkan oleh agama apapun itu bentuknya, kecuali fanatic dengan Allah dan Rosul-Nya.

Mungkin saja kesesatan yang banyak timbul dizaman ini terjadi karena sebab ulah ulama’ ulama’ su dan mungkin juga bencana sekarang ini bukan disebabkan dari orang orang yang ma’siat dengan terang terngan saja, ulama’ su’pun berpartisipasi di dalamnya. Oleh karenanya marilah kita melakukan intropeksi diri, jangan mencari kesalahan orang lain sebelum kita tahu kesalahan yang kita perbuat dan bagi pakar ilmu agar jangan sombong dengan ilmunya dan jangan menyalahgunakan ilmunya karena tujuan belajar bukan untuk menipu orang tetapi memberikan manfaat kepada sesama.@@@@@@

BAITULLAH

Oleh : Ahmad Shofi

Dalam kurun waktu yang panjang baitullah telah mengalami  beberapa kali rehabilitasi, sudah tercatat dalam sejarah islam  terdapat sebelas makhluk Allah yang pernah merehabnya mereka adalah: Malaikat, Adam, Syist, Ibarahim, Alamalaqoh, Jurhum, Qusoi bin Kilab, Quraisy, Abdullah bin Zubair, Hajjaj bin Yusuf Asstaqofi.

Dalam masalah ini banyak pendapat yang tidak singkron dengan apa yang telah disebutkan tadi, hal ini dikarenakan tidak adanya argumentasi yang menyuplai dan memperkuat keafsahan pendapat tersebut terkecuali beberapa orang diantara mereka yaitu : Ibrahim, Quraisy, Ibnu zubair dan hajjaj .

Al-Qur’an telah menyebutkan tentang kebenaran perehaban Ibrahim, Allah berfirman :

 و إذ يرفع إبراهيم القواعد من البيت و إسماعيل ربنا تقبل منا إنك أنت السمسع العليم

Sedangkan Hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori telah berbicara akan fakta dari pembangunan Quraisy, Ibnu Zubair dan Hajjaj.

Ibrahim A.S.

Konon Ibrahim a.s tatkala membangun ka’bah tanpa didasari dengan disain seperti zaman ini bak tumpukan batu tanpa menggunakan tanah liat atau semen untuk pelekat pondasinya dan dia membuat gailan sepanjang tiga hasta untuk dijadikan tempat simpanan, dan waktu itupun pintu ka’abah belum dilengkapi dengan daun pintu yang terbuat dari kayu atau besi akan tetapi nabi Ibrahim membiarkannya terbuka mengisyaratkan bahwa itu adalah bagian depan dari ka’bah.

Adapun batu yang digunakan nabi Ibrahim untuk membangun ka’bah diambil dari lima gunung yaitu : tursina, turzita’, libanon, jaudi dan hira’yang kesemuanya itu dibawa oleh malaikat untuknya.

Quraisy

Rehab ini dilaksanakan lima tahun sebelum nabi Muhammad SAW diutus untuk menjadi Rosul, titik awal dari peristiwa ini ialah tatkala salah seorang wanita melempari ka’bah dengan panah api, tak pelak kiswah ka’bahpun menjadi korban dari keganasan api, dinding ka’bah hangus bagaikan arang, setelah itu mereka membongkar semua bagian ka’bah dengan maksud memperbahruinya dengan pondasi yang lebih kuat, akan tetapi dengan penuh penyesalan ka’bah hanya bisa dibangun kembali dengan kekurangan pada hijir Isma’il dikarenakan terbatasnya dana yang murni halalnya, akhirnya mereka hanya memberikan batu yang melingkar sebagai tanda bahwa kawasan itu bagian dari ka’bah.

Konon dalam kejadian ini banyak terjadi kontroversi diantara pemimpin qobilah qobila arab, setiap personil dari mreka menginginkan untuk menjadi peletak hajar aswad ke tempatnya, setelah melalui beberapa tahapan akhirnya mereka bersepakat bahwa orang yang pertama kali masuk masjid haram melalui bab salam dialah peletak hajar aswad, tak lama kemudian – Karena Allah berkehendak – muncul dari bab salam Rosulullah SAW bagaikan sang surya,  jika peletaknya adalah Al Amin (Nabi Muhammad) maka aku sama sekali tidak keberatan sama sekali tutur salah seorang pemimpin qobilah, setelah itu dengan serentak para pimimpin qobilah menyepakatinya, maha besar Allah yang telah

menciptakan makhluk yang berbudi luhur, dengan penuh kebijaksanaan Rosulullah membentangkan sehelai selendang dan meletakan hajar asawad diatasnya sembari memberikan kesempatan kepada setiap pemimpin qobilah untuk memegang ujung selendang sedangkan Nabi memegang tengahnya lalu dengan penuh semangat mereka meletakannya bersama-sama pada tempatnya.

Ibnu Zubair

History ini diawali dengan pertikaian antara Ibnu Zubair dan Yazid bin Mu’awiyah sampai akhirnya menimbulakan peperangan, Karena Yazid menggempur Makkah maka Pasukan Ibnu Zubair menjaga masjid haram dan mendirikan tenda-tenda kemah disekitar masjid yang berguna untuk mengurangi panasnya sengatan matahari, sedangkan Yazid menginstruksikan kepada pasukannay untuk membidik panah api ke arah mereka, setelah panah api di lepaskan dari busurnnya maka anak panah itu mengenai bagian dari ka’bah lalu berkobarlah api di sebagian dinding ka’bah.

Diantara sebab terbakarnya ka’bah adalah api yang disulut di sekitar ka’bah karena saat ini angina sedang berhembus dengan kencang maka menerpa api itu sampai akhirnya mengenai kiswah ka’bah.

Setelah kejadian itu redah Ibnu Zubair berkeinginan untuk merobohkan ka’bah lalu mambangun kembali akan tetapi ada sebagian pihak yang pro dan kontra dalam masalah ini, diantara yang kontradeksi adalah sang khibrul Ummah Ibnu Abbas, mereka menganggap perbuatan ini akan mendatangkan sebuah azdab dari Allah SWT dan tatkala hal ini telah disepakati maka sebagian pihak mengungsi dari makkah untuk berlindung dari azdab yang akan tiba. Walaupun dengan rasa penuh khawatir Ibnu Zubair tetap teguh dalam pendiriannya dan dia memerintahkan orang orang dari etiopia untuk menghancurkannya, setelah membongkarnya Ibnu Zubair membangunya kembali dari asas Ibrahim dan menambah ukurannya lebih panjang dari yang di bangun oleh Nabi Ibrahim.

Adapun pembangunan Hajjaj berawal dari ketidak setujuannya dengan pendapat Ibnu Zubair dengan menambah ukuran ka’bah, maka dia meminta wewenang kepada raja saat itu untuk merobohkan bagian tambahan dari Ibnu Zubair, semua itu ia lakukan untuk melampiaskan rasa kebenciannya kepada Ibnu Zubair agar dia tidak mendapat jasa membangun ka’bah.

Cakrawala

Ada sebuah pernyataan : Banyaknya nama menunjukan akan mulianya sesuatu yang diberi nama, begitu halnya Ka’bah, kiblat orang mikmin sejagat ini mempunya beberapa nama diantaranya :

Baitul atiq, baitul haram, bunyah, hamsa’, kiblat.

Seperti layaknya benda benda mulia yang lain, ka’bah juga mempunyai penutup yang diberi nama kiswah, adapun waktu pengenaannya pada hari asyura’( 10 Muharram ) dan orang yang pertama kali memakaikan kiswah ka’bah adalah tubba’ karena sebuah  hadist menyebutkan : Bahwa Rosulullah melarang orang orang  untuk mencaci tubba’ karena dia adalah orang yang pertama kali memasang kiswah ka’bah di era jahilyah. 

Di samping kiswah ka’bah juga mempunyai benda yang kramat dan bersejarah bagaikan mata yang mengintai dari dalam batu dia adalah hajar aswad , batu ini adalah batu yang lain dari pada yang lain karena asal usulnya begitu mulia, tatkala Nabi Ibrahim membangun ka’bah untuk yang

pertama kali malaikat Jibril membawa sebuah batu dari surga, batu inilah yang diberi nama hajar aswad . Nabi SAW mengatakan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir At-Thobari :

( الحجر الأسود من حجارة الجنة )

Yang artinya hajar aswad adalah termasuk dari batu batu surga.

Hajar aswad terletak di bagian timur ka’bah dan tingginya berkisar satu meter setengah, sedangkan bentuknya yang kita lihat sekarang ini adalah sebagian kecil dari bentuk asalnya karena pada zaman dahulu bati bergugran sebab ulah orang orang yang tidak bertanggung jawab. Konon dahulu warna hajar aswad adalah putih , dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal menjelaskan   ( أبيض من الثلج ): lebih putih dari es , mungkin hati kita akan bertanya tanya: mengapa hajar aswad menjadi hitam ?

Roswulullah menjawabnya 🙁 إن خطاي بني آدم هي الذي سودته )   

Artinya: sesungguhnya dosa dosa anak adamlah yang telah membuatnya menjadi hitam.

Dan masih banyak lagi sesuatu yang bernilai tinggi dan bersejarah yang terdapat di masjid haram hanya saja kita membahas yang menjadi tujuan pokok pembahasan ini.

@@@@@

ARABIYAH

Oleh : Ahmad Shofi

Pentingnya komunikasi antar sesama, memaksa manusia untuk memeras otak  guna membuat  buku penerjemah bahasa asing atau yang lebih dikenal dengan kamus, karena bahasa merupakan  fasilitator untuk mengerti sebuah  makna yang terkandung dalam buku atau kitab.

Al-Qur’an adalah sumber dari segala ilmu di alam semesta ini, tidak ada satu perkara di dunia ini kecuali Al-Qur’an sudah menjelaskannya. Allah berfirman :

ما فرطنا في الكتاب من شيء

Tidaklah kami meninggalkan sesuatu apapun di dalam Al-Qur’an.

Mustahil rasanya seseorang mampu memahami isi Al-Qur’an baik makna yang tersurat atau yang tersirat (textual / kontextual) kecuali dia sudah menguasai bahasa arab secara mendetail. Walaupun dia sudah mampu untuk menerjemahkannya akan tetapi jika tidak dibarengi dengan kaidah kaidah berbahasa akan sulit memahami kandungan maknanya (kontekstual).

Maka dengan berangkat dari sini dapat disimpulkan bahwa bahasa arab adalah bahasa yang wajib di ketahui oleh semua orang di berbagai pelosok dunia jika ingin mendapatkan ilmu yang maksimal terlebih bagi umat islam, karena kebanyakan acara ritual umat islam selalu dilandasi dengan bahasa arab.

Bagaimana mungkin seseorang bisa melaksanakan sholat jika dia tidak mengerti bahasa arab, sebab dalam empat madzhab yang berlaku sampai saat ini tidak ada satu dari mereka yang memperbolehkan membaca al fatihah dengan bahasa ajam (non arab).

 Peranan Arabiyah

Banyaknya ilmu yang Allah karuniakan kepada mansuia merupakan nikmat yang tiada tara, sehingga banyak diantara orang orang yang sudah menguasai beberapa bidang ilmu tertentu dapat menempuh kehidupan fana’ ini dengan selamat , tidak hanya sebatas itu saja, berapa banyak karya karya yang terlahir dari  tangan pakar pakar ilmu (ilmuwan) yang dengannyalah manusia dapat mengambil sebuah manfa’at baik dari segi hissi ataupun ma’nawi.

Meskipun demikian banyak ilmu yang mereka peroleh, tapi itu semua tidak lepas dari campur tangan para ulama’ islam yang membuahkan karya karya spektakuler (kitab kitab agama), sehingga para ilmuwan pada saat ini hanya tinggal mengutip dan menerapkannya saja.

Pemahaman yang mereka perolehpun juga tidak lepas dari peranan bahasa pengantar untuk memahami makna yang terkandung dalam kitab kitab tersebut,  dan tidak lain bahasa itu adalah bahasa arab.

Bahasa Terbaik

Berbagai macam bahasa yang ada di dunia menunjukan bahwa setiap Negara atau suku mempunyai peradaban dan kebudayaan yang tinggi, walaupun demikian bahasa arab tetaplah menjadi yang terbaik ( the bas of lungich ). bahasa arab dikatakan yang terbaik karena arab dinisbatkan kepada orang terbaik yang berbicara dengannya, tidaklah orang terbaik itu pasti menggunakan bahasa yang terbaik pula, bahkan Al-Qur’an kitab suci umat islam diturunkan dengan menggunakannya.

Pada zaman ini Bahasa inggris adalah bahasa international, seluruh manca Negara mengajarkan kepada rakyatnya untuk berbahasa inggris, dengan alasan untuk mempermudah komunikasi dengan komunitas asing, bukan berarti dengan popularitasnya bahasa inggris dapat mengungguli bahasa arab.  bahasa inggris populer dikarenakan skala jajahan inggri yang sangat besar, hingga Negara super power sekarang (amerika serikat) merupakan bekas jajahannya, sehingga tak mustahil jika bahasa ini sudah tersebar luas di segala penjuru dunia .

lain halnya dengan bahasa arab yang mana setiap negara islam kebanyakan mengetahui bahasa ini walaupun tidak menggunakanannya untuk bahasa harian, hal ini dikarenakan keinginan mereka untuk mempelajari ilmu ilmu yang behubungan dengan agama islam sangat tinggi sehingga mau tidak mau mereka harus mengatuhuinya            

ANTARA
FANATIK
DAN
CINTA

Pendahuluan

      Seiring begitu cepatnya waktu berlalu, dari tahun ketahun seperti halnya kedipan mata, akan tetapi masih banyak kita jumpai sekelompok orang yang masih memegang prinsip fanatic (asobiyah) kepada oknum atau lembaga tertentu baik mereka dalam keadaan benar ataupun salah tanpa harus memperdulikan apa itu di jalan yang lurus atau melenceng dari agama, tentu itu semua tidak sejalan dengan apa yang di ikrarkan oleh syriat islam yang mengajarkan umat ini untuk selalu berbuat amar ma’ruf dan nahi  munkar , sebagaimana firman Allah :

كنتم خير أمة أخرجت للناس نأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر (الآية) 

Artinya : kalian adalah umat yang terbaik yang di keluarkan untuk manusia agar memerintahkan kebaikan dan mencegah kemunkaran.

            Lain halnya dengan cinta hakiki, fanatic sering kali mengundang dan memicu pro kontra antara pihak sana dan sini (kontradeksi) karena fanaitk adalah dorongan dari hawa nafsu semata tanpa dilandasi oleh sesuatu saperti halnya cinta batili.

            Oleh karena itu, dengan hadirnya risalah ini semoga hati kita terbuka dan mendapat hidayah dari sang Kholik untuk dapat membedakan antara fanatic dan cinta hakiki.

Ahmad Shofi

Asal – Usul Fanatic

          Dapat dipastikan setiap komunitas manusia mempunyai landasan atau dustur kehidupan mereka, dan jikalau fanatic yang dijadikan prinsip dan junjungan hidup, maka suatu kesalahan besar terjadi pada diri mereka karena itu semua akan mamancing datangnya kerusakan dan perpecahan.

            Adapun berbagai dampak yang akan timbul dari fanatic ini sebagiannya adalah rasa saling berbangga antara komunitas , berkecamuknya perang menjadi bahan utama untuk saling membela antara  teman walaupun berada dalam medan kebatilan.

            Sebagian ikatan fanatic mungkin terlahir dari ikatan persaudaraan, keturunan, hubungan darah, melaului perjanjian atau bahkan dengan perasaan senang semata.

Sesuatu yang difanatiki

            Kalangan awam adalah kalangan yang masih buta akan hakikat sesuatu, semua yang mereka anggap baik itu hanya mengikuti tren saja ataupun dengan menuruti kata hati, sebaliknya pula apa yang mereka anggap buruk timbul dari situasi dan kondisi (conditional) jika sesutau itu tidak sesuai dengan kata hatinya maka itu mereka anggap buruk atau buruk dimata masyarakat.

            Semisal pada era globalisasi ini masih banyak orang yang fanatic kepada tokoh yang dianggap kramat atau mendatangkan untung baginya, padahal realitanya mereka menyimpang dari syariat agama. Tak sadar bahwa apa yang mereka bela mati matian ternyata sangat hina dimata agama, sang pujaan pun larut dalam popularitasnya walaupun sudah menyandang predikat besar (ustadz/kiai) akan tetapi mereka tak bisa mengamalkan ilmunya (realitation) , malah mereka menggunakan kesmpatan dalam kesempitan . dengan popularitasnya dia dapat mengeruk limpahan harta dan menimbun berbagai barang berharga.

            Tentu semua hal ini sangat jauh dari hakikat sebuah cinta hakiki, oleh karena itu fanatic terhadap sesuatu yang kurang wajar adalah perbuatan kurang ajar dan sebaliknya, fanatic terhadap sesuatu yang wajar adalah lampu pijar yang akan menerangi kemana dia melangkah.

Fanatic yang diperbolehkan

               Rosullullah adalah seorang yang sangat tepat untuk dijadikan figure fanatic dalam segala aspek, disamping beliau mempunya kualitas luar dalam yang tak tertandingi oleh semua makhluk dari zaman Adam sampai akhir nanti beliau adalah seorang delegasi Allah yang bertugas untuk menyampaikan risalahnya kepada umat.

            Setiap orang yang mengikuti jejaknya dan petunjuknya tidak akan menuai kerugian bahkan akan mendapat balasan yang berlipat ganda, karena semua petunjuknya datangnya dari sang Kholik.

            Oleh karena itu marilah kita bersama sama mengilangakan rasa fanatic (ashobiyah) terhadap sesuatu yang dilarang oleh agama.

Cinta   

            Kata cinta sangat sulit untuk didefinisikan disamping karena cinta bersifat tidak kasat mata (abstrak) cinta juga muncul dari beberapa sebab .

            Ada sebagian orang yang mendefinisikannya, cinta adalah rasa suka yang timbul dari perasasaan kagum, senang bahkan benci yang berlebihan. Karena terkadang orang saling

mencintai bukan disebabkan pacaran atau saling mengasihi terlebih dahulu.

            Rosullullah bersabda :

أحبب حبيبك هوننا ما عسى أن يكون بغيضك يوما ما ، أبغض بغيضك هونا ما عسى أن يكون حبيبك هونا ما

Artinya : cintailah kekasihmu sewajarnya siapa sangka kelak nanti dia akan menjadi musuhmu, bencilah terhadap musuhmu sewajarnya mungkin kelak nanti dia akan menjadi kekasihmu.

            Bahkan perasaan cinta yang bermula dari rasa benci akan lebih tampak kokoh dan kuat tak gampang sirna, hal itu dipengaruhi oleh masa lalu yang buruk antara mereka berdua, sehingga memaksa keduanya untuk saling berhati hati dalam tindak tanduknya dan jangan sampai melukai hati kekasihnnya.

Ragam Cinta

            Beraneka ragam cinta membuat hidup ini semakin nikmat untuk diarasakan, mulai dari cinta Allah dan Rosulnya SAW, cinta orang tua wanita, barang, pimpinan, tokoh masyarakat dan lainnya, akan tetapi yang akan tertera disini bukan yang lain melainkan cinta Allah dan Rosulnya serta cinta saudara.

            Sebagai hamba yang patuh terhadap Allah, wajib bagi seorang manusia untuk melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi segala larangnnya (taqwa). Yang lebih penting dari itu adalah cinta kepada sang Kholik dan Rosulnya, karena sesuatu yang membedakan kualitas seorang manusia yang disayangi oleh Allah adalah hubbullah. Orang ingin beribadah karena takut akan nereka Allah atau menginginkan surga levelnya masih di bawah  orang yang beribadah karena cinta Allah.

             Cinta  Rosulullah dapat diwujudkan (realitation) dengan continu mengerjakan sunnah sunnahnya  sesuai dengan tuntunannya serta menyenangi apa yang beliau senangi dan membeci apa yang beliau tidak suka, karena beliau adalah sosok penyelamat umat di hari akhir nanti hari dimana semua manusia dalam keadaan kalut, tidak memikirkan anak orang tua sana saudara atau yang lain, bahkan para Nabi pun tidak berkutik dihadapan Allah yang keluar dari mulut mereka hanyalah nafsi nafsi, kecuali Nabi Muhammad SAW, oleh karena itulah kita wajib bersyukur karena kita dijadikan Allah sebagai umatnya.

            Adapun cinta terhadap saudara tidak dilarang oleh agama dengan syarat tidak melampaui koridor koridor yang telah di tetapkan oleh syariat islam. Ada sebagian sesorang menyukai  saudaranya karena dia menolongnya dalam urusan agama maka persaudaraan itu dinamakan ukhuwwah fillah (persaudaraan karena Allah),  dan ada yang menyintainya karena dia klop dalam semua ide dan pikirannya, maka ini persaudaraan bukan fillah, bahakan ada sebagian yang mencuntai karena dia membantunya dalam melakukan maksiat dan dosa, maka ini adalah persahabatan yang tercala (ukhuwwah mazdmumah) dan dilarang oleh agama.

            Cinta timbul bersemi di hati layaknya bunga yang mekar di taman begitu indah sehingga membuat orang yang dideranya melayang layang bak burung, tapi tak tahan rasanya tatkala cinta itu gugur maka bunga yang asalnya mekar layu kering kerontang lalu mati, sangat pedih danb begitu menyakitkan hati, begitulah kira kira gambaran cinta manusia biasa jika hanya diprioritaskan terhadap manusia yang lain, lain lagi jika dia tujukan kepada hal yang membuat cintanya langgeng yaitu cinta kepada Allah dan Rosulnya.

KEMATIAN

Oleh : Ahmad Shofi

            Setiap makhluk yang bernyawa tidak akan lepas dari yang namanya maut, semua selain Allah akan hancur dan binasa dan tidak ada yang kekal selamanya kecuali yang sudah dikehendaki oleh Allah.

            Mati adalah suatu perstiwa dahsyat yang membuat manusia harus rela meninggalkan keluarga, kerebat dan temannya, serta putus dari segala activitasnya. Kehidupan di dunia ini bagaikan sebuah kapal yang singgah di sebuah pulau untuk mengisi bekal guna meneruskan perjalanan, jika selesai dari perbekalan maka kapal itu akan pergi meninggalkan pulau tersebut, begitu pula kehidupan di dunia, jika ajal sudah menjemput manusia maka masa perbekalannya untuk di hari akhirat sudah berakhir.

Larangan berkeinginan untuk mati

            Rosululah bersabda :

لا يتمنى أحدكم الموت لضر نزل به، فإن كان لا بد متمنيا فليقل : اللهم أحييني ما كانت الحياة خيرا لي، وتوفيني إذا كانت الوفاة خيرا لي

Artinya : janganlah salah satu dari pada kalian berkeinginan untuk mati, dikarenakan bahaya yang menimpanya, dan jika sangat kepepet maka hendaknya berkata : ya Allah hidupkanlah aku jika kehidupan lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku.

Dari hadist tersebut maka telah jelas bahwa hukum bunuh diri adalah haram mutlak akan tetapi pelakunya tidak dihukumi kafir dan kekal di neraka. Sungguh sangat disayangkan diera yang serba canggih ini masih banyak sebagian manusia yang berkeyakinan bahwa bunuh diri dapat membawa hidup mereka menjadi lebih baik di kehidupan mendatang (reinkarnasi) dari pada kehidupan sebelumnya.

Walaupun demikian hadist di atas dapat dikecualikan oleh hadist Rosulullah yang lain, dengan syarat jika telah sampai kepada koridornya yaitu takut akan fitnah dalam agama

Rosulullah berkata :

اللهم إني أسألك فعل الخيرات و ترك المنكرات و حب المساكين و إذا أردت بالناس فتنة فاقبضني إليك غير مفتونين      

Artinya : ya Allah aku meminta kepadamu untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan kemunkaran dan cinta terhadap orang orang miskin dan jika engkau menurukan kepada manusia sebuah fitnah maka cabutlah nyawaku ke sisimu tanpa tergolong dari orang orang yang difitnah.

@@@@@@@@

Al-Kisah

konon di zaman dahulu hiduplah orang yang bernama Dzul Qornain, dialah orang yang pertama kali membalutkan imamah di kepalanya, sebagian ulama’ berpendapat bahwa dia  termasuk dari komunitas para Nabi, tapi pendapat lain menyebutkan bahwa dia bukan Nabi akan tetapi seorang raja yang menguasai seluruh dunia baik walayah timur ataupun barat.

Dia adalah sosok manusia yang lain dari pada yang lain, dikatakan demikian itu karena dia mempunyai tanduk dikepalanya seperti kuku binatang yang selalu bergerak-gerak, setelah itu karena dia malu maka dia menggunakan imamah untuk menutupinya.

Pada suatu hari Dzul Qornain masuk ke sebuah kamar mandi ( sauna ) bersama ajudannya lalu dia membuka imamahnya seraya berkata kepada ajudannya : ini adalah rahasia antara aku dan engkau jika sampai ada yang tahu selian kita, maka kau akan kubunuh, kemudian setelah itu dia keluar dengan dipenuhi rasa bersalah dan ketakutan . karena dia tidak tahan menyimpan rahasia ini maka dia pergi ke sebuah padang pasir disana dia meletakan mulutnya di tanah dan berteriak :                                                                                   Rajaku Dzul Qoranain mempunyai tanduk “

Setelah kejadian tersebut Allah berkehendak menumbuhkan dua batang pohon bambu di tepat di mana sang ajudan berteriak, tak lama kemudian seorang pengembala lewat dan memotongnya untuk dijadikan seruling , tatkala dia meniupnya maka dengan izin Allah keluarlah dari dalam seruling itu suara yang menggema :                                                                                                                             “ Rajaku Dzul Qornain punya tanduk “.

Demikianlah salah satu riwayat cerita kenapa raja itu diberi julukan Dzul Qornain padahal nama aslinya adalah Abdullah bin Dhohhak.

( محاضرة الأوائل و الأواخر )

CAKRAWALA

Banyak kalangan manusia menyangka bahwa para Nabi yang masih hidup sampai saat ini hanyalah Nabi Isa dan Nabi Khidir saja. Akan tetapi ada sebuah riwayat dari ulama’ mengatakan:

Pada saat ini ada empat Nabi yang masih hidup dua diantaranya berada di langit mereka adalah Nabi Isa dan Nabi Idris alaihimassalam dua berada di bumi mereka adalah Nabi Khidir dan Nabi Ilyas alaihimssalam .

Mungkin hati manusia bertanya tanya : bagaimana hal itu bisa terjadi ?

Iya itu benar benar nyata, akan kita ulas sedikit tentag mereka burdua.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu “Adi disebutkan : Bahwa Nabi Ilyas dan Nabi Khidir melakukan pertemuan di setiap tahun di msaat tertentu, lalu jika mereka sudah saling bertemu, maka dengan bergilir mereka mencukur rambut temannya dan tatkala mereka akan berpisah mereka mengucapkan kalimat :

بسم الله ما شاء الله لايسوق الخير إلا الله بسم الله ما شاء الله لا يصرف السوء إلا الله  بسم الله ما كان من نعمة فمن الله بسم الله ما شاء اله لا حول ولا قوة إلا بالله

Dan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad berkata : sesungguhnya Ilyas bersama dengan dajjal dalam memberi peringatan kepada manusia akan tetapi jika dajjal berkata kepada manusia : “akulah tuhanmu” maka dengan tegas Nabi Ilyas membantah : tidak, kau telah berdusta.

Adapun kisah Nabi Idris sebagai berikut : diriwayatkan dari Abi Hatim dari sanadnya Daud berkata : konon malaikat maut adalah teman karib Nabi Idris. Suatu saat Nabi Idris berkata kepada malaikat maut : wahai malaikat maut matikanlah aku lalu setelah itu hidupkanlah aku kembali, kemudian dengan rasa bersalah malaikt maut lapor kepada Allah SWT untuk memohon izin maka Allah mengizinkannya, setelah itu dia berkata kembali kepadanya : wahai malaikat maut masukkanlah aku kedalam surga, seperti kejadian yang pertama malaikat maut meminta izin kepada Allah untuk mengabulkan pinta Nabi Idris maka Allah berkata : masukanlah dia kedalam surga , lalu dia memasukannya ke dalam surga dan mereka berdua tinggal disana selama beberapa waktu dan pada akhirnya malaikat maut berkata : keluarlah bersamaku wahai Idris, Nabi Idris menjawab : tidak.

Dengan penuh sesal malaikat maut lapor kepada Allah : wahai tuhanku tidakkah kau mendengar apa yang telah diakatakan hambamu Idris, jawab Allah : ya dia benar, sekarang keluarah kau dan biarkan Idris menetap di dalamnya.

Inilah bukti kebenaran dari firman Allah :

و ما هم بمخرجين ( الحجر : 48 )

( الحاوي للفتاوي )

Maklumat

Makanan favorit merupakan sesuatu yang tak bisa lepas dari kehidupan seorang manusia khususnya bagi orang yang mempunyai hobi makan, akan tetapi kalau makanan favorit itu bersangkutan dengan sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh agama apakah mereka masih tetap menggemari hobinya itu atau berbalik haluan dengan cara meninggalkanya ? ya, sebagian diantara mereka ada yang tidak mau meninggalkanya walaupun menurut kacamata agama itu haram. sekelumit saja misalnya, jika ada orang yang hobi makan ikan lele yang mana hidupnya di tempat penuh kotoran ( sapiteng ) atau ada orang yang kesukaannya mengkonsumsi hewan yang kebanyakan makanannya dari barang yang najis maka hukum memakannya adalah haram sebagaimana hadist Nabi SAW:

نهى رسول الله عن أكل الجلالة و ألبانها

Jalalah adalah hewan berkaki empat atau selainya yang kebanyakan makanannya dari barang yang menjijikan dan kotor, oleh karena itu jumhur Ulama’ mengharamkannya dan ada pendapat dhoif yang menyatakan makruh. Hewan tersebut bisa menjadi halal dengan cara di evakuasi / pindah ke tempat yang khusus dan bersih lalu di beri makanan yang bersih pula, adapun masa evakuasianya adalah sampai kira-kira dagingnya sudah layak untuk di konsumsi. lain lagi halnya jika meminum susunya, walaupun tanpa dievakuasi akan tetapi tetap jatuh pada hukum halal  ( مختارات اللأديث و الحكم النبوية )   222            

PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN AL-QUR’AN

Kita boleh bangga dan bersyukur bahwa tingkat buta huruf al-Qur’an dikalangan masyarakat Islam Indonesia sudah semakin sedikit. Terlebuh lagi dengan bertambahnya geraklan pemberantasan buta huruf al-Qur’an diberbagai pelosok masyarakat.

Tapi walapupun demikian masih sangat disayangkan ummat yang sudah mampu membaca al-Qur’an, masih banyak yang belum memahami isi kandungannya yang mana semua itu merupakan jalan hidup bagi manusia.

Bahkan yang lebih disayangkan lagi kesan yang selama ini masih saja melekat pada sebagian ummat Islam

bahwasanya mereka hanya menekankan pada lancarnya membaca al-Qur’an saja, akan tetapi tidak merasa malu kalau dirinya tidak paham dengan isi kandungannya. Hal inilah yang menyebakan belum terlaksananya kehidupan Islami (Qur’ani) didalam komunitas Ummat Muslim.

Dari masalah yang kami kemukakan tadi ada beberapa yang perlu kita angkat disini, kami akan mencoba ungkapkan bagaimana cara mengatasinya.

Kurangnya penghayatan dan Pengamalan

Banyak pengajian-pengajian yang kita jumpai dilingkungan kita, baik di Masjid maupun di Mushalla, akan tetapi hanya menekankan pada membaca al-Qur’an saja secara rutinitas, sedangkan penerapan pada penghayatannya kurang mendapat perhatian. Dari sisi itulah kebiasaan-kebiasaan Ummat Islam perlu dirubah dan ditinggalkan dengan salah satu jalan untuk menuju “kehidupan Qura’ni”.

Sebagaimana Allah telah memerintahkan kepada hamba-Nya agar femar membaca al-Qur’andengan sunnah-sunnahnya, yakni membaca dan dimengerti artinya, dihayati kandungannya, diamalkan perintahnya dan dijahuhkan larangannya, hal ini sebagaimana Firman Allah:

الذين آتينهم الكتاب يتلونه حق بلاوته، أولئك بؤمنون به

“orang-oang yang telah kami berikan al-Kutub kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenar-benarnya membaca, mereka itu beriman kepadanya.” (QS. Al-Baqarah; 121)

kurangnya kesempatan mengkaji Agama

hal ini kebanyakan terjadi pada kaum Muslimin yang terlalu mementingkan urusan duinia sehingga segala waktu tersisa untuknya.

Golongan tersebut terkadang menyadari bahwa Ajaran Islam yang sempurna, akan tetapi karena sudah tertipu dengan urusan dunia, diperhambakan olehnya, maka urusan Agama diremehkannya. Baginya, Agm,a itu cukup dengan membac al-Qur’an dan sedikit Ibadah, dan adapun dunia dianggapnya lebih utama. Padahal Allah telah berfirman:

وللآخرة خير لك من الأولى

“dan sesungguhnya akhir (akhirat) itu lebih baik bagimu dari pada permulaan (dunia)” (QS. Adh-Dhuha; 4)

adapun cara menghadapi golongan seperti ini, kita perlu mengadakan pendekaan secara pribadi, jika jelaskan kepada mereka secara mendalam tentang hakekat hidup dan hakekat Agama Islam yang sebenarnya.

Uraian ini dapat kita simpulkan bahwa al-Qur’an bukan skedar bacaan untuk dilombakan serta untuk kajian Ilmiah semata, akan tetapi merupakan ajaran yang harus diamalkan dimengerti dihayati dan diamalkan kedala segala bentuk aspek kehidupan.

Jangan Lupa Share klik
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hilyah.id

http://hilyah.id/ web tentang jurnal Hilyah Web ini disajikan oleh Nur Hanifansyah, berupa kumpulan ceramah, khutbah, cerita tentang para ulama, para habaib dan para salaf sholeh, juga menyajikan pembelajaraan bahasa arab yang mudah sesuai tingkatan, pemula, menengah dan mahir / advanced.,., adapun Hal lainnya adalah wawasan yang disajikan oleh Nur Hanifansyah, web Hilyah merupakan tanggung jawab penuh oleh Nur Hanifansyah, di web ini juga dia menyajikan cerita cerita tentang Habib Hanif Alattas, selaku Pecinta Habib Hanif Alattas

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *