Filosofi Senja, Berpasrah adalah ketenangan Batin

  • Whatsapp

Pada Rubrik Filosofi Senja Kali ini kita akan menrasakan ketenangan batin, katena berpasrah adalah ketenangan batin

Suatu saat, saya membaca al-qur’an dan sampai pada ayat :

Read More

وأفوض أمري إلى الله إن الله بصير بالعباد

“Dan aku serahkan urusanku kepada Allah, sesungguhnya Allah maha melihat terhadap hamba²-nya.. “

Ayat ini benar-benar membuat saya tertegun, berfikir dan merenung..

Dalam ayat itu, Allah sandingkan penyerahan sesuatu kepada-Nya dengan sifat-Nya yg maha melihat kepada hamba²nya..

Pikir saya, Allah adalah zat yang paling bijaksana, pasti disitu ada hikmah yg Allah titipkan..

Dan akhirnya setelah lama merenung, tiba-tiba terlintas bayangan ibu saya tercinta tentang bagaimana kasih sayangnya, pengorbanannya dan pastinya selalu ada buat saya, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun..

Akhirnya renungan itu membawa saya kepada suatu kejadian, saat itu saya dalam keadaan bingung, lemah dan sedang berfikir mau berbuat apa.. Disitu ibu saya melihat kearah saya dan mulai memahami keadaan saya..

Dan pastinya dorongan kasih sayang seorang ibu tidak akan rela melihat anaknya dalam keadaan begitu, akhirnya ibu saya pun menghibur, menasihati bahkan saya diberi sesuatu yg itu semua buat saya kembali seperti semula, yaitu tersenyum..

Allah, allah.. Sungguh indah.. ❤

Dari kejadian itu, saya sedikit memahami kenapa Allah menyandingkan maha melihat disaat kita ingin meyerahkan urusan kita kepada-nya..

Seorang ibu, terlepas dari apapun julukan yang disematkan kepada beliau, mulai dari bidadari sampai malaikat tak bersayap, beliau tetap hanyalah seorang manusia biasa yang penuh dengan kekurangan, tapi dengan itu semua, apa yang terjadi..?

Disaat seorang ibu melihat anaknya dalam keadaan tidak baik-baik saja..

Kasih sayang dan cintanya akan tergerak untuk mengorbankan apapun yang dia bisa lakukan untuk melihat anaknya kembali tersenyum..

Allaah, disaat bersama ibu saya sangat yakin bahwa semua pasti baik² aja..

Lalu bagaimana dengan Allah SWT, selain Allah maha mampu segalanya, didalam hadist juga disebutkan bahwa Allah jauh lebih menyayangi hambanya melebihi sayangnya seorang ibu kepada anaknya..


Allaah.. Adakah makna yang lebih tepat untuk menggambarkan ini semua, melebihi Allah ingin kita bahagia.. ?☺

Oleh karena itu, diantara penggalan doa tidur yang diajarkan oleh nabi adalah :

اللهم فوضت أمري إليك.


“Ya Allah, aku serahkan perkaraku pada-Mu.. “


Seakan-akan makna yang tersirat disitu adalah..


“Beristirahatlah, tentang urusanmu ada Allah yang tidak akan pernah tertidur..

Muhammad Azwadi / @ibn_alkurdi19

5 Mei 2020

Jangan Lupa Share klik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.