Cerpen Anak, Tempat tidur Papa

  • Whatsapp
Cerpen Anak, Cerpen Anak Sekolahan, Contoh Cerpen Anak,, https://hilyah.id/category/cerpen-anak
Cerpen Anak, Cerpen Anak Sekolahan, Contoh Cerpen Anak, ,https://hilyah.id/category/cerpen-anak

Cerpen Anak, Cerpen Anak Sekolahan, Contoh Cerpen Anak,

Tempat Tidur Papa Oleh Papa Raja Don

Akulah pahlawan bertopeng Kuga!” teriak Raja sambil mengenakan topeng Kuga lengkap dengan sebilah pedang-pedangan. la berdiri dengan gagah di hadapan Don, adiknya yang berusia 4 tahun. Don pun tidak mau kalah. “Aku adalah ksatria Jin Kazama, jagoan Tekken 4,” ujar Don sambil mengenakan sarung tangan berwana putih. Kemudian secara bersama-sama Raja dan Don berte- riak,” Mari kita basmi kejahatan!” Mereka pun berlari dari ruang keluarga menuju ke kamar Papa dan Mama sambil berteriak, “Serrbuu…!” Setelah masuk ke kamar tersebut, keduanya secara serempak melompat naik ke atas tempat tidur Papa. Raja dan Don kemudian menyerang bantal dan guling yang ada di atas tempat tidur itu.

Mereka menganggap bantal dan gulingnya sebagai monster. Dibanting dan dipukulnya bantal dan guling itu. “Kuga, musuh kita telah kalah!” teriak Don yang memanggil abangnya dengan Kuga. Keduanya merasa senang dan mereka berloncat-lon- cat kegirangan di atas tempat tidur tua itu. Tiba-tiba ter- dengarlah suara… krek..krek…gabruk! Hah… tempat tidur kesayangan Papa patah! Raja dan Don menjadi ketakutan akan dimarahi papa.

Raja sebagai anak tertua tentu akan paling dimarahi Papa. Sebagai abang semestinya ia memberi contoh yang baik. la teringat akan cerita Papa tentang tempat tidur ini. Usia tempat tidur itu telah mencapai puluhan tahun dan terbuat dari kayu jati. Sayangnya kayu tempat alas kasurnya bukan terbuat dari kayu jati, tapi kayu biasa yang rapuh. “Tempat tidur ini warisan dari kakek kamu. Papa sangat sayang dengan tempat tidur ini, karena sewaktu kecil Papa suka tidur dan bermain di sini,” cerita Papa ketika menemani Raja tidur siang.

 

“Kamu harus bisa men- jaga tempat tidur ini seperti Papa menjaganya.” Raja pun mengambil inisiatif. la tahu papa dan mamanya pulang kerja sore hari. Jadi masih ada waktu
untuk merapikan tempat tidur ini. Raja menyuruh Don memanggil Bi Siti untuk membantu menurunkan kasur dari tempat tidur. sambil mengomel karena ia juga takut kena marah Papa Don hanya berdiri di pojokan kamar sambil menyaksikan perbuatan Raja dan Bi Siti. Setelah kasur diturunkan dari atas tempat tidur, tam- pak sebuah kayu tua yang patah dua. Kayu ini melintang di tengah tempat tidur sebagai penahan alas kasur. Raja memperhatikan kayu ini seperti bekas sambungan, tapi ia tidak memikirkannya. Raja meminta bantuan Bi Siti untuk memperbaiki kayu yang patah itu dengan paku. Kayu bisa tersambung kem- bali, tapi Raja tidak yakin akan kekuatannya bila ditiduri Papa dan Mama.

 

“Raja, lebih baik jujur dari pada berbohong. Nanti Papa marah, lo,” nasihat Bi Siti. “Tapi Bi, Raja takut dimarahi papa,” jelas Raja dengan wajah takut membayangkan Papanya marah. “Gimana kalau Raja menyiapkan es teh manis kege- maran Papa sepulang kerja nanti. Setelah disodori minuman itu, baru kamu ceritakan peristiwanya. Pasti Papa tidak akan marah,” jelas Bi Siti sambil mengelus rambut hitam Raja. Ide yang bagus. Raja segera menyiapkan es teh manis kesukaan Papa. Tak lama kemudian terdengar suara mobil masuk ke dalam garasi. Papa sudah pulang. Begitu sampai di ruang tamu, Raja dan Don langsung menyam- butnya sambil memberikan senyuman paling manis yang bisa mereka berikan. “Papa sudah pulang, ya. Sini, tasnya Raja bawa ke kamar,” ujar Raja sambil mengambil tas yang ada di atas pundak Papa.

 

Don pun menuntun tangan Papa dan mem- bawanya duduk di sofa. Raja datang ke ruang tamu sam- bil membawa es teh manis untuk Papa. “Minum Pa,” ujar Raja sambil menyodorkan minuman- nya. Terima kasih. Wah…, ada angin apa, nih. Kalian, kok, seperti ini,” tanya Papa seusai meneguk habis minuman itu. Raja kaget. Jangan-jangan Papa sudah dapat bocor- an. Tapi sebelum Papa marah, lebih baik jujur mengatakan peristiwa ini. “Papa, Raja dan Don mau cerita. Tapi Papa jangan marah ya,” ujar Raja dengan penuh harap.

 

“Ya sudah, ceritakan saja. Ada apa, sih ?” tanya Papa dengan mata penuh selidik. Akhimya Raja menceritakan peristiwa yang terjadi. Don hanya diam saja,Papa terdiam dan menghela napas. Papa meminta Raja dan Don menunjukkan bagian tempat tidur yang rusak. Setelah menurunkan kasur dan alasnya, Raja menun- juk kayu yang patah. Ketika Papa melihat kayu itu, ia pun tersenyum dan tiba-tiba tertawa terbahak-bahak sambil memeluk tubuh Raja dan Don. Raja dan Don jadi bingung. Kok, bukannya marah, malah Papa tertawa.

 

Papa kemudian menjelaskan bahwa kayu yang melin- tang itu dulu juga pernah patah dua. Penyebabnya adalah Papa dan Om Ferry, abangnya Papa. Mereka waktu kecil bermain Batman dan Superman di tempat tidur ini. “Kami berloncat-loncatan hingga tempat tidur ini patah. Patahannya dek Papa. Papa dan Om Ferry juga berusaha membetulkan papan ini dan berkata jujur akan peristiwa ini. “Papa suka karena kalian telah berkata jujur,” jelas Papa sambil memeluk Raja dan Don. Akhirnya mereka bertiga bisa tertawa bersama mengingat kesamaan peristiwa yang terjadi.

 

Cerpen Anak, Cerpen Anak Sekolahan, Contoh Cerpen Anak,

https://hilyah.id/category/cerpen-anak

Contoh Cerpen Anak Lainnya

Cerpen Anak, Tante Jinnya

Cerpen Anak, Tempat tidur Papa

 

Jangan Lupa Share klik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.