Khutbah Idul Fitri, Dr KH Habib Segaf Baharun,

  • Whatsapp
Khutbah Idul Fitri Habib Segaf Baharun
Khutbah Idul Fitri Habib Segaf Baharun

sebelum kita membaca khutbah idul fitri dari Dr KH Habib Segaf Baharun, alangkah baiknya jika kita mengenal Biografi dan Profil sosok Habib Segaf Baharun, silahkan klik

Biografi Profil Habib Segaf bin Hasan Baharun

Read More

Berikut Biografi Ayahanda Habib Segaf bin Hasan Baharun yaitu Habib Hasan Baharun

klik Biografi Habib Hasan bin Ahmad Baharun

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره،و نعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلله فلا هادي له، وأشهد أن سيدنا محمد عبده ورسوله أرسله بالهدى والدين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون، أما بعد

فيآأيها المسلمون والمسلمات، رحكم الله “اتقوا الله”، اتقوا الله تعالى حق تقاته ولاتموتن إلا وأنتم مسلمون،

Maha Besar Allah, yang telah mengumpulkan kita di tempat ini, yang memberikan kesehatan kepada kita, memberikan inayah-Nya kepada kita, sehingga dengan taufiq dan inayahnya itulah kita bisa bersama sama berkumpul, bertakbir, bertahmid dan bertamjid sebagaimana kaum muslimin di seluruh dunia ini bertakbir kepada Allah swt, maha besar Allah yang telah menciptakan alam semesta, maha besar Allah yang telah menciptakan semua manusia, maha besar pula Allah yang telah memberikan seluruh manusia segala kebutuhannya, baik kebutuhan jasmani, maupun rohani, Dial ah yang memberikan kenikmatan kepada kita, walaupun kenikmatan kenikmatan yang telah diberikan dan dianugerahkan kepada manusia kadang kadang digunakan untuk bermaksiat kepada-Nya, tapi tetap, Allah memberikan maaf kepada kita, bahkan mencintai orang yang bertaubat dari dosa dosanya,

Maha Besar Allah, yang telah memberikan hidayah dan taufiq, sehingga Allah swt berfirman dalam al quran

أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا  

Apakah sama orang orang mukmin dengan orang orang fasiq,

Tentunya tidak sama, dan itu ketidak samaan, karena taufiq dan hidayah yang Allah berikan kepada mereka orang orang mukmin, semoga nikmat taufiq dan hidayah itu tetap bersama kita, sampai kita meninggalkan dunia yang penuh dengan fana dan kesengsaraan ini, amiin ya robbal alamin,

Sidang Jamaah Sholat ied Rohimakumullah

Segala puji bagi Allah swt, yang telah memberikan kita waktu yang telah memberikan kita nikmat, sehingga kita bisa merampungkan, melaksanakan segala macam ibadah yang diwajibkan maupun yang disunnahkan selama bulan ramadhan ini, bulan yang ditunggu tunggu para aulia, bulan yang dinanti nanti para ulama, bulan yang diharap harapkan oleh orang orang sholeh, karena mereka tau bahwasanya bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kesempatan, kesempatan untuk meraih maghfirohnya, kesempatan untuk meraih dengan itq (kebebasan) dari pada nar-nya (nerakanya), kesempatan untuk meraih rahmat rahmatnya.

Alhamdulillah, hari ini adalah hari kemenangan, kita mampu untuk menuntaskan semua kewajiban, bahkan kita sempurnakan dengan semua hal yang disunnahkan, dan semua itu berkat nikmat hidayah, taufiq, inayah dari Allah swt, semoga kita semuanya yang nantinya begitu kita pulang dari masjid ini, sebagaimana yang diriwayatkan dari hadist Nabi saw, maka semua malaikat diperintahkan untuk berdiri di ujung ujung gang, di ujung ujung jalan, mereka mengumumkan sebagaimana orang bekerja maka tentunya ia akan mendapatkan gaji di akhir masa kerjanya, kalian telah diperintahkan untuk melaksanakan sholat wajib, kalian telah diperintahkan untuk melaksanakan puasa wajib, kalian telah diperintahkan untuk mengerjakan pekerjaan pekerjaan sunnah dan banyak pula dan sebagainya, dan kalian sudah melaksanakannya, kini giliran Allah swt yang mengupah kalian semuanya, pulanglah kalian semuanya dengan keadaan dosa dosa kalian telah diampuni, semoga kita semua termasuk yang mendapatkan seperti itu, sehingga kita semua pulang ke rumah masing masing, semua dalam keadaan dosa kita diampuni, hajat kita dikabulkan, dan kita dibukakan dan menjadi keadaan yang dicintai oleh Allah, amiin ya robbal alaminn

Akan tetapi dikatakan oleh para ulama, ada lima golongan, walaupun ia masuk seribu kali bulan ramadhan, berarti seribu kali melaksanakan shola ied, seribu kali pulang untuk melaksanakan shola ied dan setelah melaksanakan shola tied ia tidak akan mendapatkan seruan seruan tersebut, bahkan dikatakan oleh para ulama, walaupun ia meninggal di dalam ka’bah sekalipun, apa pun yang dilakukannya tidak akan diterima oleh Allah swt kalau ia termasuk lima golongan ini, siapakah lima golongan ini ?, masih ada waktu kita sebelum kita mendapatkan seruan seruan tersebut ketika bertaubat kepada Allah swt lalu kemudian kita memperbaikinya,

yang pertama adalah mereka yang durhaka kepada orangtuanya, sama sekali ia tidak akan mendapatkan apa pun, yang dikerjakannya dari pada pekerjaan wajib dari para pekerjaan yang sunnah tidak akan dilihat dipandang oleh Allah swt, karena orangtua adalah sebab utama adanya kita, sebab utama adanya ibadah kita, sebab utamanya kita mendapatkan kenikmatan apapun itu adalah orangtua, sehingga Allah dalam firmannya dalam al quran

أن اشكر لي ولوالدك

Hendaknya kalian bersyukur kepadaku dan kepada kedua orangtuamu,

Kalau kita pandai bersyukur kepada orangtua, dengan berbagai macam ibadah yang betul betul kira ikhlaskan karena-Nya, tapi di satu sisi kita bukan termasuk yang berbakti kepada orangtua maka Allah tidak akan menoleh, karena Allah tidak memerlukan kepada ibadah kita, Allah memerlukan bagaimana kita taat kepada-Nya itulah yang diinginkan Allah swt, sehingga jika di sini ada yang durhaka kepada orangtuanya, tapi dia itu termasuk orang yang berbakti kepada Allah swt, maka Allah tidak akan menerima kebaktiannya, bahkan Nabi Kita Muhammad saw telah bersabda, memberikan kabar gembira bagi mereka yang berbakti kepada orangtuanya, dan memberi ancaman kepada mereka yang durhaka kepada orangtuanya, dimana Nabi Muhammad saw bersabda,

فَلْيَعْمَلِ البَارُّ مَا شَاءَ أَنْ يَعْمَل فَلَنْ يَدْخُلَ النَّار، وَلْيَعْمَلِ العَاقُّ مَا شَاءَ أَنْ يَعْمَل، فَلَنْ يَدْخُلَ الجَنَّة

 Silahkan, lakukan, bagi orang yang berbakti kepada orangtuanya, lakukan apa saja, dosa apa saja, yang besar besar sekalipun, tidak akan masuk mereka ke dalam neraka, dan silahkan orang yang durhaka kepada orangtua, apapun yang mereka lakukan daripada amal kebaikan, tidak akan dipandang oleh Allah swt.

Oleh karena itu para hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt, semoga kita semua termasuk orang yang berbakti kepada orangtuanya, dan kalau kita bukan termasuk semacam itu, hari ini adalah momentum yang tepat untuk kita meminta maaf, meminta ridho kepada keduanya.

Ayo kita semua bersama sama, mencium kedua kaki kedua orangtua karena demikian itu dapat memantik Ridho Allah swt.

Semoga kita semua termasuk berbakti kepada orang tua dan mendapatkan Ridho orang tua kita amin ya robbal alamin.

Maasirol Muslimin Rohimakumullah.

Adapun yang kedua adalah istri yang durhaka kepada suaminya, yang sekarang ini diantara tanda tanda akhir zaman, kedurhakaan itu banyak menyebar kemana mana, dan sesuai yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw, diantara tanda tanda dekatnya kiamat, kedurhakaan anak kepada orangtua, kedurhakaan istri kepada suami, itu menyebar di mana mana dan inilah zamannya sekarang, banyak diantara istri tidak sadar, bahwanya apa yang dilakukannya, apa saja, itu termasuk  yang merupakan kedurhakaan kepada suami, disebutkan dalam kitab kitab klasik, kitab kitab kuning, diantara para ulama sholeh dikatakan bahwasanya kalau kita cemberut saja di depan suami itu merupakan sebuah amal kedurhakaan  yang menyebabkan, perempuan / istri tersebut termasuk yang durhaka kepada suaminya,

Bahkan disebutkan pula, oleh Nabi Kita Muhammad saw, di dalam sebuah hadist, kalau seumpama ada seorang wanita yang melaksanakan puasa selama 40 hari, malamnya  melaksanakan sholat sepanjang malam suntuk, tetapi ternyata dia itu membuat satu kali dalam pikiran suaminya atau membantah satu kali kepada suaminya, maka ia termasuk orang orang yang dihapuskan seluruh pahalanya selama empat puluh hari.

Sedangkan yang ketiga adalah mereka yang memutuskan tali silaturahminya, suatu waktu Nabi Kita Muhammad saw bersabda dalam hadistnya,

ثلاث  متعلقات بعرش الرحمن

  Ada tiga hal yang bergantungan dengan arsy Allah swt, yang pertama adalah nikmat, Nikmat itu bergantung kepada Allah swt

اللهم إني بك أن لا أكفر

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu supaya aku tidak dikufuri, artinya kalau seumpama suatu kenikmatan yang Allah anugerahkan kepada Hambanya, kemudian dikufuri tidak disyukuri, maka niscaya Ars Allah akan digoncang, dan tidak akan diam goncangan tersebut kecuali sampai Allah berikan balasan dan adzab kepadanya.

Yang kedua adalah amanah, amanah yang meminta perlindungan kepada Allah swt, dan bergantung kepada arsy Allah swt seraya berkata,

اللهم إني بك أن لا أخان

Aku berlindung kepadamu supaya aku tidak dikhianati, artinya kalau suatu waktu amanah itu dikhianati,  maka niscaya Arsy Allah akan digoncang dan tidak akan diam goncangan itu sampai Allah memberikan adzab kepada-Nya.

Sedangkan yang ketiga adalah kerabat kita, rohim itu (hubungan kerabat) akan berkata dan meminta perlindungan kepada Allah swt.

اللهم إني بك أن لا أقطع

Ya Allah aku berlindung kepadamu supaya jangan engkau putuskan, artinya jika ada kerabat yang diputuskan maka niscaya Arsy Allah akan digoncang dan tidak akan diam goncangannya sampai Allah menurunkan adzab kepadanya.

Oleh karenanya Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad beliau mengatakan “Kalau sudah Allah menginginkan kepada seorang hamba, siksa, sengsara, dan adzab kepadanya, maka Allah akan takdirkan ia untuk memutuskan tali silaturahmi, dan ketika ia sudah memutuskan tali silaturahminya, kemudian Allah akan menurunkan adzab dan siksa kepadanya”, naudzubillah.

Sedangkan yang keempat adalah mereka berdua, sesama muslim, sesama mukmin, tapi keduanya tidak saling bertegur sapa, entah apapun sebabnya, karena Nabi Muhammad saw bersabda dalam hadistnya

لا يهجر المسلم أخاه فوق ثلاث فإن فاعله ثم مات ،مات و دخل النار

Aku tidak memperbolehkan seorang mukmin, seorang muslim, untuk tidak tegur sapa sesame saudaranya sesama muslim sampai lebih dari tiga hari, kalau dia lakukan itu, kemudian dia meninggal dunia, meninggal dalam keadaan su’ul khotimah, wal iyadzu billah.

Sedangkan yang kelima adalah mereka yang mengkonsumsi narkoba maupun minuman minuman keras.

Mereka berlima lah, yang sama sekali apapun yang mereka lakukan daripada ibadah daripada hal hal yang menyebabkan ridho Allah swt tetap Allah tidak akan Ridho, dan Allah tidak akan menerima.

Maka kemudian, marilah kita bersama sama menghindarkan diri pada lima sifat yang tidak baik ini, dan semoga kita semua termasuk yang terlepas dari lima sifat ini, sehingga kita semua termasuk yang sukses menjalani kehidupan ini, yang penuh dengan ujian yang penuh dengan cobaan, yang penuh dengan kesengsaraan, yang memang Allah ingin tahu, siapakah di antara kita yang terbaik, siapakah di antara kita yang paling beriman, siapakah di antara kita yang paling bertakwa,

إن أحسن الكلام……………

khutbah ied fitir Dr KH Habib Segaf bin Hasan Baharun adalah transkip dari video berikut

Mohon Maaf Jika saya ada salah penulisan

untuk khutbah khutbah lainnya silahkan kunjungi

https://hilyah.id/category/khutbah-ceramah-kultum/

Jangan Lupa Share klik
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *