Khutbah Jumat Singkat Terbaru, Maulid dan Sholawat

  • Whatsapp

Alfaqir selaku khotib berdiri di atas mimbar ini berwasiat kepada diri Al faqir khususnya dan kepada hadirin umumnya, untuk selalu senantiasa meningkatkan nilai kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

 

 bertakwalah  dengan Taqwa yang sesungguhnya dan janganlah kalian meninggal  kecuali kalian dalam keadaan Islam.

 

 Alhamdulillah kita diberikan kenikmatan berupa umur panjang sehingga kita bisa kembali menikmati nuansa kemeriahan nuansa kebahagiaan yang selalu dirayakan pada bulan Rabiul awal.

 

 Mengapa kita merayakan kebahagiaan tersebut ?, tidak lain dan tidak bukan karena pada bulan tersebut dilahirkannya sosok  nabi paling mulia, dilahirkannya Kekasih Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan dijadikannya kita sebagai umat beliau, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. 

 

Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki menjelaskan tentang Mengapa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak dilahirkan pada bulan bulan selain bulan Rabiul awal ?,  padahal pada bulan  bulan lainnya,  Allah memberikan kemuliaan dan keistimewaan seperti Romadhon, Rajab,Sya’ban, Syawal, Dzulhijjah, dan sebagainya Mengapa Allah memilih Rabiul Awal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,  demikian adalah karena sebuah Hikmah hikmah yang sangat besar, hikmah yang sangat Agung, dan hikmah yang sangat mulia,  yaitu Allah ingin memuliakan kekasihnya dan kemuliaan tersebut tidak bernisbah kepada apapun,  maka jika Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dilahirkan pada bulan Ramadan akan dikatakan “ Oh pantes lah Nabi Muhammad Mulia karena ia lahir  pada bulan Ramadan,  Oh Nabi Muhammad Mulia karena ia dilahirkan pada bulan Muharram dan sebagainya”, 

 

oleh karena itu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dilahirkan pada bulan Rabiul Awal, yang mana bulan Rabiul awal sebelum kelahiran Nabi ialah satu-satunya bulan yang tidak memiliki kelebihan dan keutamaan seperti bulan-bulan Mulia lainnya,  hingga kemudian ketika Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dilahirkan maka bulan Rabiul Awal dikategorikan sebagai bulan yang mulia hingga saat ini dan itu berkat kemuliaan Nabi Muhammad saw, begitu pula hikmah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dilahirkan pada hari Senin, bukan pada hari Ahad hari Jumat atau hari Sabtu dan hari lainnya, padahal hari Ahad Sabtu dan Jumat ialah hari-hari yang mulia sejak sebelum nabi Muhammad dilahirkan,  hingga kemudian Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dilahirkan pada hari Senin maka dengan berkat kelahiran beliau hari Senin pun memiliki keistimewaan dan kemuliaan berkah kemuliaan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

 

pada saat bulan seperti ini para Salaf Saleh terbiasa untuk membacakan shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan jumlah yang sangat banyak, membiasakan diri mereka, memaksakan diri mereka dengan mujahadah, membasahi lisan mereka dengan bacaan Shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai bentuk rasa cinta dan rasa syukur mereka dijadikannya sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

 lantas apakah yang telah kita capai pada bulan Rabiul Awal ini Apakah kita sudah bershalawat Apakah kita telah menentukan jumlah sholawat kita setiap hari Sudahkah kita membaca shalawat 100 hingga 200 per hari,  Sudahkah kita membaca sholawat 1000 per hari,

 

 sebuah syair mengatakan, 

أَدِمِ الصَّلَاةَ عَلَى النَّبِي مُحَمَّدٍ 

فَقَبُوْلَهَا حَتْمَا مِنْ غَيْرِ تَرَدُّدٍ

أَعْمَالُنَا بَيْنَ قَبُوْلٍ وَرَدِّهَا

إِلَّا الصَّلَاةَ عَلَى النَّيِ مُحَمَّدٍ

Senantiasalah bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam

 sesuai sesungguh diterimanya shalawat tersebut adalah pasti tanpa diragukan 

Amalan-amalan kita antara diterima dan ditolak

 kecuali Shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam

 

Para ulama mengibaratkan Jika kita ingin berbincang-bincang dengan Allah dan mendekatkan diri dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka seringlah kita untuk membaca Alquran, kita ingin berbincang-bincang mendekatkan diri kita kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam maka sering-seringlah kita membaca shalawat.

 

Mengapa demikian karena setiap shalawat yang kita baca pasti dan pasti Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalam menjawabnya diriwayatkan dalam sebuah hadis 

عن أبي هريرة -رضي الله تعالى عنه- قال: قال رسولُ الله ﷺ: ما من أحدٍ يُسلِّم عليَّ إلا ردَّ اللهُ عليَّ روحي حتى أردَّ عليه السلام

رواه أبو داود

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidaklah dari seorang pun yang membacakan shalawat dan salam kepadaku  kecuali Allah mengembalikan ruhku  membawa salamnya

 

Kesimpulan dari hadis tersebut ialah sebuah kepastian bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pasti membalas setiap shalawat dan salam yang kita ucapkan kepada beliau

 

 semoga dengan seringnya kita menghadiri acara acara Maulid acara-acara kemeriahan kebahagiaan yang dipersembahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam membuat hati kita bergetar  dan perannya hingga kemudian kita berkomitmen untuk Istiqomah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

 

 dan semoga kita kita yang telah terbiasa membaca sholawat Allah mudahkan urusannya Allah melancarkan rezekinya Allah   berikan Taufik dan hidayah hingga selalu mengerjakan amal-amal Saleh dan semoga kita mendapatkan anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk bertemu nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam secara yaqdzoh yaitu langsung maupun manaaman itu di dalam mimpi, dan mimpi bertemu nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah  kebenaran yang pasti dan kenikmatan yang hakiki.

Khutbah Jumat Singkat Terbaru, Maulid dan Sholawat

Khutbah Jumat Singkat Terbaru, Maulid dan Sholawat

Jangan Lupa Share klik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.