Khutbah Jumat Singkat, Strategi Dakwah

  • Whatsapp

berikut ini adalah Khutbah Jumat Singkat dengan tema Strategi Dakwah

Khutbah Jumat Singkat Dengan Tema Strategi Dakwah

MELURUSKAN STRATEGI DA’WAH
Oleh : Daudi Anwar, S.H.I

Read More

اَلْحَمْدُ للهِ الالهِ الحَقِّ الرَبِّ الأَكْرَمِ , الَّذِيِ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ , عَلَّمَ الإِنْسَانَ مَا لمَ ْيَعْلَمْ , أَحْمَدُهُ عَلىَ ماَ أَسْبَغَ مِنَ النِّعَم , وَصَرَفَ مِنَ النِّقَم , وَعَلىَ مَا وَفَقَنَا لَهُ مِنَ الْقِيَامِ بِحَقِّ رُبُوْبِيَّتِهِ وَالدَّعَوَةِ إِلى سَبِيْلِهِ اْلأَقْوَامِ , وَعَلَى مَا أَيَّدَنَا بِهِ مِنَ الحُجَجِ وَ البَيِّنَاتِ وَ الْهُدَى وَ الْعُلُوْم ِوَ الْحِكَمِ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ الوَاحِدُ الأَحَدُ , الَّذِي تَفَرََّدَ بِالْبَقَاءِ وَالْقِدَم , وَتَوَحَّدَ بِإِخْرَاجِ كُلِّ مَوْجُوْدٍ إِلى الْوُجُوْدِ مِنَ العِدَم .

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَرْسَلَهُ باِلْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ إِلى الْجِنِّ وَالإِنْسِ وَالعَرَبِ وَالعَجَم , وَحَلاَّهُ بِمَكَارِمِ الأَخْلاَقِ وَ مَحَاسِنِ الشَّمَائِلِ وَ الشِّيَم , اللهم صل وسلم علي سيدنا محمدٍ وَعَلى آله وصحبه السَّائرِيْنَ عَلى سَبِيْلِهِ وَ اْلمُتَّبِعِيْنَ ِلأَثَارِهِ فِي سَيْرِهَ إِلى اللهِ قَدَمًا بَعْدَ قَدَم , أما بعد
فيا مَعَاشِرَ المُسْلِمِيْنَ , أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ , وَقاَلَ عَزَّ مِنْ قَائِل : يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Ma`asyiral Hadirin Rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah swt, takwa dalam arti kata menjauhi semua yang dilarang Alah swt secara keseluruhan dan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah swt sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Allah tidaklah melihat akan bentuk rupa kita, kekayaan ataupun kedudukan kita. Tetapi ketakwaan kitalah, yang menjadi tolak ukur akan kedekatan kita terhadap Sang Kholiq, Allah swt berfirman :

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Rasulullah pun mengharuskan

agar semua umatnya bertakwa kepada Allah swt dimanapun mereka berada, sebagaimana dalam haditsnya:

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُماَ كُنْتَ  الحديث
Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada
Sebab dengan takwalah manusia dapat memfilter semua perbuatannya. Karena takwa merupakan perisai kehidupan dari semua perbuatan yang tercela.

Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dahulu, ketika Islam baru saja lahir dari buaian Rasulullah saw, perjalanannya yang tertatih-tatih penuh lika-liku dengan bermodal akidah yang mantap kini dapat berdiri dengan tegak. Sudah 14 abad, Islam mampu berjalan memberikan pencerahan kepada umat manusia, sejak zaman onta dahulu hingga era digital saat ini. Hal ini tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan para Perintis Islam dalam berdakwah menyebarkan syariat Allah swt, sehingga umat Muhammad menyandang predikat umat terbaik yang telah mengembangkan dakwahnya melalui amar ma`ruf dan nahi munkar, Allah swt berfirman :

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. Ali Imron :3/110)

Ketika membaca sirah para sahabat, tentu kita temukan kisah-kisah mereka yang rela berbulan-bulan berjalan di bawah terik matahari di tengah lautan padang pasir yang panas menyengat, hanya untuk satu tujuan dakwah demi tegaknya aqidah Islam.

Antara satu daerah dengan daerah lain, satu generasi dengan generasi lain, satu masa dengan masa yang lain, fenomena dakwah bisa berbeda. Rasulullah saw sendiri mempraktekkan cara dakwah yang berbeda ketika berada di Makkah, Thaif, Madinah, sebelum hijrah dan sesudah hijrah. Rasulullah saw memanfaatkan berbagai media (wasail) untuk berdakwah : pedang, pena, juga lisan.

Bahkan, beliau juga memanfaatkan pelaminan sebagai media dakwah. Inti dari dakwah itu adalah melakukan gerakan untuk mencapai misi kebenaran. Mengenal bagaimana bentuk gerakan atau media yang digunakan, hal itu kondisional. Yang penting efektif dan sesuai dengan aturan-aturan syariat.
Allah swt berfirman :

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ.
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(Q.S. Al Nahl : 16/125)

Ma`asyiral Hadirin Rahimakumullah

Dalam konteks kekinian, apa yang dilakukan oleh para ulama tempo dulu itu kadang dijadikan dalil oleh sebagian orang yang mengaku da’i, untuk melakukan gaya dakwah berdasarkanpersepsi masing-masing. Hal ini tentu akan menimbulkan permasalahan. Salah satu contoh, maraknya film-film ber-genre keislaman, namun tidak mengindahkan ajaran syariat, seperti terjadinya campur baur laki-laki dengan perempuan, tidak adanya penutup aurat bagi pemeran wanita dan lain-lain. Sementara itu, sebagian yang lain menjadikan musik sebagai sarana dakwah padahal dalam prateknya masih memakai alat-alat musik yang diharamkan oleh Fiqih.

Hal ini bisa menimbulkan pengkaburan (talbis) antara baik dan yang buruk. Maka, dalam konteks ini sulit dibedakan : Apakah dakwah yang mempengaruhi dunia hiburan atau dunia hiburan yang mempengaruhi dakwah.

Perkawinan dakwah dengan hiburan ini disisi lain menyebabkan masyarakat kita manja. Mereka menginginkan kegiatan dakwah bukan sebagai sarana mencapai kebenaran, tapi sudah menjadi salah satu sarana kesenangan. Jadi, secara riil dakwah memang memerlukan pemurnian. Agar efektif, kita memang memerlukan strategi, tapi bukan dengan mengambil jalan pintas dengan mengorbankan prinsip dakwah karena mendahulukan strategi. Kita memahami bahwa sulit sekali menarik kecenderungan masyarakat yang kompleks kedalam ajaran agama, tapi jangan sampai justru kita yang tertarik oleh kecenderungan mereka. Sebab, dakwah bertujuan menggiring kecenderungan bukan digiring kecenderungan. Inilah yang sangat perlu kita pikirkan.

Namun, mengenai berbagai praktek yang tidak sesuai dengan syariat, maka tetap harus disikapi dengan tegas, bahwa hal itu adalah bentuk dari penyelewengan. Jika tidak, maka dosanya sudah pasti, pahalanya belum tentu. . Pelanggarannya jelas, hasilnya belum tentu.

Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ada tiga komponen yang harus diperhatikan dalam berdakwah supaya dakwah kita dapat diterima di sisi Allah dan masyarakat :
1 . الَّرغْبَةُ عَلىَ الدَّعْوَة
2 . أَنْ يَكُوْنَ صَادِقًا
3 . أَنْ يَكَوْنَ مُخْلِصًا
1. Semangat dalam berdakwah
2. Seoeang da`i harus jujur dalam berdakwah
3. Ikhlas mengharap ridho Allah swt

Al hasil kebenaran harus diperjuangkan dengan cara yang benar, agar kebenaran melahirkan kebenaran. Dan, kebathilan harus dibabat bukan dengan cara bathil, agar kebathilan tidak berganti dengan kebathilan.

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلاَمِ , كَلاَمُ اللهِ المَلَكِ العَلاَّم , ِوَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالىَ يَقُوْلُ , وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْن , وَإِذَا قُرِئ َالقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوْالَهُ وَانْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ , وَقَالَ عَزَّ مِنْ قَائِل (( فَإِذَا قُرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ )) أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : (( ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ. )) بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكٌمْ فِى الْقُرْآنِ العَظِيمِ , وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ , وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ , أَقُوْلُ قَوْلي هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم َلِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْن , فًاسْتًغْفِرُوْهُ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ , إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .

 

Sumber Kumpulan Khutbah Jumat

adapun sumber teks khutbah ini adalah dari teks khutbah Ust Daudi Anwar, S.H.I

dari buku Kumpulan Teks Khutbah Lengkap Setetes Embun di Padang Sahara

 

Download Teks Khutbah Jumat PDF

silahkan klik untuk Download

Khutbah Jumat Singkat 

untuk kumpulan kumpulan khutbah jumat singkat terbaru

Website Khusus Kumpulan Teks Khutbah Jumat Singkat

masih tahap merintis web khusus untuk kumpulan kumpulan teks khutbah jumat

http://www.khutbahjumat.my.id/

 

 

Jangan Lupa Share klik
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *