Khutbah idul adha 2021 pdf terbaru

  • Whatsapp
Khtubah Idul Adha Terbaru 2021, Khutbah Idul Adha PDF, Khutbah Idul Adha Terabru PDF 2021
Khtubah Idul Adha Terbaru 2021, Khutbah Idul Adha PDF, Khutbah Idul Adha Terabru PDF 2021

khutbah idul adha 2021 pdf terbaru

mohon maaf dan khilaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan diksi kata, silahkan edit sesuai dengan kebutuhan khutbah di sekitar masyarakat

bagi yang ingin khutbah idul adha 2021 pdf terbaru silahkan ambil di sini

Khutbah Idul Adha 2021 PDF terbaru

Marilah kita meningkatkan ketaqwaa. Kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa,

Di saat yang mulia ini, di hari yang agung ini, kita patut bersyukur kepada Allah swt, karena masih diberikan umur panjang, hingga kita bisa merayakan hari raya Idhul Adha sebagaimana tahun tahun sebelumnya.

Idul Adha diambil dari kata Ied, yaitu tempat atau moment berkumpul dengan gembira dan merayakan kegembiraan, sedangkan Adha artinya adalah pengorbanan atau kurban, maka idul Adha artinya adalah tempat atau hari orang orang berkumpul dengan riang gembira merayakan moment ibadah berkurban.

Karena kita pada saat ini, berada pada jamuan Allah swt, maka kita diharamkan untuk berpuasa di hari raya idul adha ini dan pada hari tasyrik, beruntunglah mereka yang bisa melaksanakan ibadah qurban pada tahun ini, Allah menjanjikan pahala dan pengampunan dosa di setiap helai bulu binatang yg dikurbankan menunjukkan betapa banyak dan besarnya pahala dan pengampunan yang Allah berikan.

di setiap moment idul adha yang penuh berkah ini kita selalu diingatkan dengan betapa kuatnya keimanan Nabi Ibrahim, ketika ia diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya,

قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ

Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka Bagaimana pendapatmu!”

Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu, perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya

padahal anak tersebut adalah anak satu satunya saat itu, yang telah Nabi Ibrahim nantikan sejak lama, sedih memang, gejolak perasaan manusia tentunya ada namun beliau berpasrah kepada ketentuan dan perintah Allah, beliau tunduk dan patuh sepenuhnya dengan perintah dan ketentuan Allah SWT, sungguh beliau layak menyandang gelar Kholilullah, kekasih Allah

dan betapa Nabi Ismail putra beliau dengan pasrah dan tawakkal kepada ketentuan Allah swt, dengan bijaknya Nabi Ismail menjawab

قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Ia menjawab: “Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Hingga kemudian Ketika Nabi Ismail ingin disembelih dengan pisau yang tajam, pisau itu tidak dapat melukai Nabi Ismail, dan sebagai gantinya Allah mengirimkan kambing yang istimewa, sebagai gantinya oleh berikah kebahagiaan berupa hewan kurban yang langsung Allah kirimkan melalui perantara Malaikat Jibril,

فَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Allah memberikan ujian kepada Nabi Ibrahim dan beliau pun melewatinya dengan keteguhan hati dan patuh kepada perintah Allah,.

Memang hak Allah untuk menguji hamba yang dikehendaki-Nya dengan bermacam ragam bentuk ujian yang dipilih-Nya

Bila ujian itu telah ditetapkan, tidak seorang pun yang dapat menolak dan menghindarinya. Namun sejatinya di balik cobaan dan ujian yang berat itu, tentu pastinya terdapat hikmah dan rahasia yang tidak terjangkau oleh nalar pikiran manusia.

hingga kemudian saat ini kita pun disyariatkan untuk menyembelih, berkurban sebagai bentuk pengabdian dan penghambaan kita kepada Allah swt, bentuk ketaatan kita mengharap Ridho Allah swt, bentuk pengorbanan kita terhadap hal hal duniawi semata mengharap Ridho Ilahi.

Sebagaimana Imam Ghozali Berkata dalam Kitab Ihya Ulumuddin Juz 4,

فَلَيْسَ المَقْصُودُ مِنْ إِرَاقَةِ  دَمِ القُرْبَانِ الدّمَ وَاللَّحْمَ بَلْ مَيْلُ القُلُوْبِ عَنْ حُبِّ الدُّنْيَا وَبَذْلُهَا إِيْثَارًا لِوَجْهِ اللهِ تَعَالَى

Bukanlah maksud dari mengalirkan darah (penyembelihan) binatang Kurban Adalah darah dan daging, namun ( maksudnya adalah) menjauhkan hati dari cinta dunia, dan mengorbankannya sebagai bentuk mengutamakan (Ridha) Allah swt

Bercermin dengan keadaan Nabi Ibrahim yang tunduk dan patuh terhadap ketentuan Allah, dan sikap tegas Nabi Ismail yang ridho dan menerima segala perintah Allah, hingga kemudian Allah gantikan dengan sesuatu yang agung dan istimewa.

Cerminan tersebut bisa jadi renungan kita saat ini, terlepas ada yg percaya atau tidak dengan Covid, keadaan saat ini memang sulit dan menghawatirkan, keadaan yang bikin bingung dan was was, banyaknya yang wafat merupakan teguran bagi kita, seakan kita hanyalah menanti giliran berikutnya, perekonomian yang memang tidak stabil, terlepas percaya adanya Covid atau tidak, kita diharuskan tunduk, patuh, pasrah, tawakkal dan ridho terhadap segala ketentuan Allah swt, kita harus kuat dan yakin bahwa ketentuan Allah adalah yang terbaik pula, dan semoga Allah gantikan segala kesulitan dan kesusahan yang kita hadapi saat ini, saat PPKM seperti ini, semoga Allah gantikan berlipat ganda, semoga Allah berikan keberkahan rezeki yang berlimpah, berkah sabar, pasrah tawakkal dan ridho dengan ketentuan Allah SWT.

Terlepas dari percaya Covid atau tidak, semoga mereka yang wafat mendahului kita, jika memang benar mereka wafat karena Covid, semoga Allah kategorikan mereka sebagai syuhada’ masuk surga tanpa hisab dan bisa memberikan syafaat kepada keluarga mereka kelak, dimana ketika hari kiamat, diantara yang bisa memberikan syafaat adalah para Nabi dan Syuhada’, jika mereka, beliau beliau yang wafat bukan karena Covid, semoga Allah ampuni dosa dosa mereka, semoga sakit yang dialami sebelum meninggal adalah bentuk kaffaroh atau pelebur dosa atau bahkan sebagai ujian untuk meningkatkan derajat mereka di sisi Allah SWT.

Terlepas dari percaya Covid atau tidak, inilah keadaan pandemic saat ini, keadaan zaman sekarang, cuaca zaman sekarang, penyakit sekarang, sangat menghawatirkan, tidak pandang siapa pun itu, entah pejabat atau rakyat biasa, entah orang alim dan atau orang awam, keadaan saat ini sangat menghawatirkan dan mencekam, memang benar ajal kematian itu pasti, namun Allah juga memberikan kekuatan agar kita ikhtiar sebagai bentuk usaha dan upaya kita

Sebuah renungan bagi kita, ajal kematian adalah kepastian, walaupun masih masing cara menutup usia Allah tentukan dengan cara beragam, yang tidak pasti adalah kita kita yang masih hidup, ketidakpastian hati kita dalam beribadah, apakah kita sudah menjaga sholat, apakah sudah bertaubat, sudahkah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan apakah kita wafat dalam Khusnul khatimah, semoga kita semua mendapatkan Khusnul khatimah.

Terlepas dari percaya covid atau tidak, terlepas dari memihak vaksin atau tidak, ayo kita sama sama menenangkan hati kita, jangan ada ego keangkuhan, kita semua ingin sehat, kita semua ingin tenang pikiran, hindari perdebatan yang merugikan diri sendiri, dan mengusik pikiran kita serta imun tubuh kita, masing masing kita memiliki keputusan, dan kita bertanggung jawab di setiap keputusan yang kita jalani, bukan untuk diributkan dan diperdebatkan, hindari beragam hoaxs dan jangan gegabah menshare info media sosial terutama jika kita tidak menguasai di bidangnya dalam bidang kesehatan maupun obat obatan, hal tersebut hanya akan memperkeruh nuansa hati dan merusak imun tubuh,

رحم الله امرؤ عرف قدر نفسه

” (Semoga Allah merahmati orang yang mengenali kadar (kapasitas) dirinya) “

marilah kita jaga kesehatan kita dan tingkatkan imun kita dengan berolah raga, berfikir positif dan selalu berhusnudzon kepada Allah swt.

 

Marilah kita semua saling menjaga, kita jaga keluarga kita, kita jaga orangtua kita, kita tingkatkan imun kesehatan kita, dan iman kita kepada Allah swt, bagi yang berkurban tahun ini, semoga Allah berkahi rezekinya dan Allah berikan keberkahan kepada keluarganya, bagi yang belum berkurban, maka kita niatkan dari sekarang, sebuah amalan dan mujarrab yang jika diamalkan niscaya tahun depannya kita bisa berkurban, amalan tersebut ialah, siapkan celengan khusus walaupun celengan plastik, kita sisihkan uang, sedikit atau banyak, setiap hari atau setiap minggu kita usahakan dan paksakan untuk menabung, kita kuatkan mental dan komitmen kita untuk tidak membuka celengan tersebut walau keadaan mendesak, karena celengan tersebut kita niatkan buat “Qurban”, hingga tahun depan kita buka celengan tersebut pasti kita mendapatkan kemudahan untuk berkurban tahun depan, amalan ini sudah dilakukan oleh beberapa orang sholeh dan ia bisa berkurban setiap tahun, kendati pun penghasilan ekonomi pas pasan.

pada akhirnya, semoga Allah berikan kita taufiq dan hidayahnya untuk selalu bisa melaksanakan ibadah qurban yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw setiap tahunnya, semoga Allah berikan kita imun yang sehat dan iman yang kuat untuk menghadapi cobaan kehidupan saat ini dan semoga Allah berikan kita kekuatan untuk menghadapi keadaan saat ini dengan sabar, patuh dan taatnya Nabi Ibrahim serta dengan tegas dan tawakkalnya Nabi Ismail, hingga kemudian pasti Allah berikan ganjaran yang luar biasa, di dunia dan akherat.

 

Tidak terasa sudah kira kira satu tahun lebih membuat teks khutbah setiap minggu, terima kasih banyak dukungannya

Semoga bisa Update selalu setiap minggunya, untuk yang ingin selalu menyimak Update silahkan Klik t.me/hilyah_nur

Untuk Usulan Tema Tema Khutbah silahkan Berkomentar di IG @Hilyah_Nur atau di Web hilyah.id,

Jika khutbah ini kepanjangan atau terlalu pendek silahkan  diedit sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan public sekitar.

Jika ada kebaikan dan pahala dalam penulisan teks khutbah ini semoga bisa menjadi amal jariah untuk orang tua,  keluarga dan Para Guru, terima kasih banyak sudah share

Saya kumpulkan teks khutbah ini juga secara khusus pada web

http://www.khutbahjumat.my.id

atau telegram https://t.me/khutbahjumatpdf

Mohon Maaf jika ada kesalahan diksi kata maupun penulisan, terima kasih banyak

 

Hilyah.id adalah media edukasi yang dibina oleh Nur Hanifansyah, konsep  yang sederhana, sebagai media pembelajaran bahasa arab maupun bahasa inggris, Atau hanya sekedar dokumentasi  semata, tujuan utamanya adalah edukasi dan mengasah keterampilan dan kreativitas.

Adapun article yang selalu rutin ditulis adalah teks khutbah jumat singkat PDF hingga kemudian teks khutbah idul adha dan teks khutbah idul fitri.

Hilyah.id sendiri mengadakan kursus bahasa arab online secara gratisan, silahkan kunjungi grup belajar bahasa arab klik  https://t.me/hilyah_nur atau IG saya klik https://www.instagram.com/hilyah_nur/

Seiring waktu insya Allah Hilyah.id akan berkembang. Dengan mempublish beberapa PDF hingga aplikasi insya Allah, masih dalam tahap perkembangan, terima kasih banyak doa dan dukungannya selalu terima kasih sudah selalu berkunjung ke  www.hilyah.id/

Kunjungi juga web khusus khutbah jumat

http://www.khutbahjumat.my.id

atau telegram https://t.me/khutbahjumatpdf

Sekali lagi Mohon Maaf jika ada kesalahan diksi kata maupun penulisan, terima kasih banyak

Jangan Lupa Share klik
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *