Naskah Khutbah Jumat Singkat, Khutbah Ramadhan, Memuliakan Ramadhan

  • Whatsapp
Naskah Khutbah Jumat Singkat, Teks Khutbah Jumat Singkat, Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat Singkat, Teks Khutbah Jumat Singkat, Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat Singkat, tema materi khutbah adalah memuliakan bulan ramadhan,

naskah materi khutbah ini disusun dengan referensi kitab Nashoih diniyyah.

bagi yang ingin file PDF silahkan klik di sini

Naskah Khutbah Jumat Singkat, Khutbah Ramadhan, Memuliakan Ramadhan

 

untuk versi yang lebih panjang khutbahnya klik di sini

Naskah Khutbah Jumat Singkat, Khutbah Ramadhan, Memuliakan Ramadhan, Teks Khutbah Jumat Lengkap

 

Pada kesempatan yang mulia ini. Di hari yang mulia ini dan Bulan Ramadhan yang mulia ini, Al Faqier selaku Khotib mewasiatkan kepada diri al faqier pribadi dan kepada Hadirin umumnya, marilah kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt,

marilah kita tingkatkan taqwa, iman serta ibadah kita di bulan yang penuh mulia ini. Tidak terasa kita kita telah memalui 10 hari puasa pertama di bulan ramadhan, yang artinya sepertiga ramadhan telah kita lewati, entah bagaimana kita melewatinya, apakah dengan ibadah maksimal atau dengan tidur di siang hari agar menyingkat waktu lapar dan tidur di malam hari karena karena kekenayangan.

Sepertiga ramadhan telah berlalu, sedih hati jika ibadah belum juga maksimal, tidak pula baca Al Qur’an, pemuda pemudi sibuk berselancar di dunia maya, FB, Twitter, Instagram, game hingga tiktok sudah menguras umur kita.

maka jagalah diri kita dan anak anak kita agar belajar memuliakan bulan ramadhan secara sungguh sungguh.

Di sebutkan dalam kitab nashoih diniyyah Karya Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad, beliau berucap :

Merupakan adab pada bulan Ramadhan adlaah tidak memperbanyak urusan duniawi, dan mengosongkan diri / meluangkan waktu untuk beribadah kepada Allah dan berdzikir sebisanya, janganlah masuk kepada hal hal duniawi kecuali hal penting dalam haknya, atau sebatas hak kewajiban menafkahi keluarganya, karena bulan ramadhan dari pada bulan bulan lainnya kedudukannya sebagaimana hari jumat dari hari hari lainnya, maka selayaknya seorang muslim mengkhususkan ahri jumat, dan bulan ramadhan untuk akheratnya secara khusus.

قَال جِبْرِيلُ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّم

مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ أَبْعَدَهُ اللهُ، قُلْ آمِين

فَقَالَ رَسُوْلُ اللهُ صَلّى اللهُ عَلَيْه وَسَلّم : آمين

Jibril berkata kepada Rasulullah saw : barangsiapa yang berada pada bulan Ramadhan namun dosanya tidak diampuni Allah, Allah akan menjauhinya, katakanlah amiin, Rasulullah pun menjawab : Amiin. Demikian karena saking besarnya dan agungnya bulan ramadhan, dan sungguh keanehan bagi yang dosanya tidak diampuni karena dia tidak memuliaan bulan ramadhan dengan ibadah dan sedekah

Maka semakin hari berlalu, semestinya kita semakin sedih, sedih sungguh sedih karena kita tidak lagi berada di bulan yang penuh berkah dan dilipatgandakannya pahala, sedih karena kita tidak tau apakah ibadah kita sudah maksimal dan dosa kita sudah diampuni oleh Allah, bukan malah menghitung sisa hari tersisa menuju hari raya berkesan seakan ia ingin berharap ramadhan segera selesai, sambil update status whatssapp ramadhan sisa sekian hari lagi dengan ringannya tanpa ada rasa sedih atau kegigihan beribadah.

 

وَوَرَدَ أَيْضًا  : أَنَّ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَى اللهِ تَعَالَى فِي رَمَضَان بِفَرِيْضَةٍ عَدَلَتْ لَهُ سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِي غَيْرِهِ. وَمَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِنَافِلَةٍ عَدَلَتْ لَهُ فَرِيْضَةً يُؤَدِّيْهَا فِي غَيْرِهِ

Diriwayatkan pula, “barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah pada bulan Ramadhan dengan ibadah fadhu maka sebanding dengannya dengan 70 ibadah fardu pada selain ramadhan, dan barangsiapa yang mengamalkan suatu ibadah sunnah pada bulan ramadhan maka sebanding dengannya mengamalkan ibadah suatu fardhu pada hari lainnya”. Itulah mengapa kita merasa sedih hari demi hari berlalu begitu saja dan ibadah kita juga tidaklah meningkat pula, esensi bahagia bulan ramadhan adalah berlipat gandanya pahala, ampunan, dan keberkahan, maka tentunya sedihnya kita akan kehilangan dan berlalunya ramadhan sebanding lurus dengan bahagia menyambut ramadhan dan kegigihan ibadah bulan ramadhan, jika kita tidak gigih dalam beribadah, maka pengakuan rindu, bahagia, dan sedih kita dalam bulan ramadhan ini, hanyalah pengakuan semata,

Semoga Allah berikan kita taufiq dan hidayah untuk lebih gigih beribadah dan membahasi lisan kita dengan dzikir, istighfar dan sholawat di setiap waktu bulan ramadhan ini serta besedekah di bulan yang mulia ini.

 

 

 

 

Untuk Download Teks Khutbah Secara Lengkap Silahkan Klik

https://hilyah.id/download-khutbah-jumat-singkat-pdf/

 

Khutbah jumat ini terinspirasi dari Kitab Nashoih Diniyyah

Semoga bisa Update selalu setiap minggunya, untuk yang ingin selalu menyimak Update silahkan Klik t.me/hilyah_nur

Untuk Usulan Tema Tema Khutbah silahkan Berkomentar di IG @Hilyah_Nur atau di Web hilyah.id,

Jika khutbah ini kepanjangan atau terlalu pendek silahkan diedit sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan public sekitar.

Jika ada kebaikan dan pahala dalam penulisan teks khutbah ini semoga bisa menjadi amal jariah untuk orang tua,  keluarga dan Para Guru, terima kasih banyak sudah share

Mohon Maaf jika ada kesalahan diksi kata maupun penulisan, terima kasih banyak

Kunjungi Juga Web Khusus Belajar Bahasa Arab http://www.bahasaarab.org/

Jangan Lupa Share klik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.