Khutbah Idul Fitri Singkat, Makna Silaturahmi

  • Whatsapp

KHUTBAH IED FITRI, HIKMAH SILATURAHMI DI HARI IED FITRI

KHUTBAH PERTAMA

الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر – الله أكبر

الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأ صيلا. لاإله إلاالله وحده, صدق وعده ونصر عبده . وأعز جنده, وهزم الأحزاب وحده, لاإله إلاالله ولا نعبد إلا أياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون. الحمد لله الذى هدانا لهذا وما كان لنهتدي لولا أن هداناالله ومن يهد الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادى له. أشهد أن لا أله إلا الله وحده شريك له شهادة عبد لم يخش إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسو له الذى اختاره الله واصطفاه. أللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه ومن والاه, أما بعد :

فياأيها الناس إتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون, واعلموا أن يومكم هذا يوم عظيم وعيد كريم, أحل الله لكم فيه الطعام وحرم عليكم فيه الصيام فهو يوم تسبيح وتحميد وتهليل وتعظيم وتمجيد فسبحوا ربكم وعظموه وتوب إليه واستغفروه . . .

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.

Di Hari Raya Idul Fitri ini sungguh kita benar-benar berada dalam karunia dan rahmat Allah SWT yang sungguh amat luas, karena berkat rahmat, karunia dan anugerah serta hidayahnya kita mampu berpuasa sebulan penuh lamanya, hingga kemudian kita bisa berkumpul di tempat yang sangat berbahagia ini, dinamakan sebagai ied, karena ied adalah tempat atau waktu orang orang berkumpul bahagia, dinamakan fitri karena kita selesai menyempurnakan puasa kita hingga kita masuk kepada hari iftor, berkat hidayah dan anugerah dan hidayahnya pula saat ini kita dikumpulkan oleh Allah SWT di tempat ini dengan tujuan  menggapai kemuliyaan di hadapan Allah SWT. yuk kita merenung sejena, kita renungkan keadaan dan keberadaan saudara-saudara kita yang belum dipilih oleh Allah untuk mendapat rahmat-Nya, yaitu mereka  yang di saat ini telah berada di dalam sebuah tempat berkumpul akan tetapi Allah murka kepada mereka. Yaitu mereka-mereka masih saja yang lalai dan masih saja sibuk mengikuti hawa nafsu mereka sehingga mereka tercebur dan terperangkap dalam kubang kemaksiatan dan kenistaan.

Akan tetapi kita pada saat ini hingga detik ini, kita semua dihantarkan berkat taufik dan hidayahnya  dan dimudahkan oleh Allah berkat anugerahnya yang sangat mulia  untuk yang diridhoi oleh Allah, yaitu sholat Id bersama di tempat ini. Inilah nikmat dan rahmat besar dari Allah SWT untuk kita.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.

Semarak hari raya idul fitri kita saksikan. Tradisi mudik, saling berziarah dan halal bihalal mewarnai suasana idul fitri di negri tercinta ini, tentu menelan biaya yang amat besar. Ada yang mereka cari, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan apa yang mereka cari. Ada yang mereka rindukan, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan yang mereka rindukan. Mereka mencari cinta disla-sela kesibukannya. Mereka merindukan cinta ditengah-tengah kekerasan dan kebejatan sebagian bangsa manusia. Mereka tidak butuh gebyar lahir, marak hari raya dan bebagai tradisi yang yang tidak menghadirkan makna cinta. sangat perlu dicermati apa yang menjadikan cinta tidak kunjung terwujud dalam kebersamaan bangsa ini, kendati aktivitas secara lahiriyah penyambung hati sudah dilaksanakan, namun faktanya Cinta tersembunyi dibalik tabir kedengkian, kesombongan, keangkuhan, kepongahan dan kerakusan yang tak terkendalikan, maka sesemarak apapun gebyar acara acara silaturahmi lahir yang akan kita adakan, bagaimana pun sikap kita bersalam salaman dan saling menugucapkan maaf disampaikan, baik secara offline maupun online, baik secara manual maupun broadcast, baik secara whatssapp maupun langsung bertegur sapa, baik dengan status status story IG, FB dan Wa mapupun dengan menelpon langsung, jika tabir-tabir tersebut tidak disingkap dan disingkirkan sungguh sinar cinta tidak kunjung memancar di hati kita, hanyalah ucapan dan tampilan semata, namun hati kita masih menanamkan dan menyimpan rasa iri, benci dan angkuh, maka lepaskanlah sifat sifat buruk tersebut, lepaskanlah sifat sifat yang hanya menjadi penghalang ketulusan kita dalam silaturahmi, saling memaafkan dan halal bi halal, lepaskanlah, berdamailah kita dengan hati kita

            Silaturahmi adalah kalimat yang sering kita dengar, khususnya adalah disaat kita memasuki bulan fitri, dihari raya idul fitri. Sehingga apa yang kita dengar dengan arus mudik, berbondong-bondongnya orang pindah dari satu tempat ketempat lain, berziarah kesana-kemari adalah dalam irama mewujudkan makna silaturahmi ini. Akan tetapi amal perbuatan seperti apapun besarnya, jika tidak dibarengi dengan renungan dan niat yang baik, maka semuanya akan sia-sia. Untuk melengkapi apa yang pernah kita lakukan dari tradisi yang mulia ini, yaitu silaturahmi, maka perlu dikukuhkan makna bahwa silaturahmi itu adalah menghadirkan makna kerinduan saling cinta diantara sesama manusia, yang tidak cukup hanya dengan sekedar basa-basi. Akan tetapi jika silaturahmi kita ini hanya terbatas kepada basa-basi dhahir, hanya saling mengunjungi dan lain sebagainya, maka sesungguhnya belumlah ia sampai kepada silaturahmi yang sesungguhnya. Dan silaturahmi itu adalah hal yang mendekatkan hati seseorang kepada orang lain, mendekatkan antara orang yang saling bermusuhan menjadi orang yang saling mencintai, orang yang dendam menjadi orang yang saling merelakan, dengan silaturahmi! Dan dengan silaturahmi itu banyak hal yang harus dihadirkan, yaitu berangkat dari tidak cinta menjadi harus saling mencintai, maka silaturahmi yang benar adalah jika memang telah menumbuhkan rasa cinta diantara sesama. Sehingga hal yang demikian itu tidak cukup hanya dengan basa-basi harus dibarengi dengan renungan yang sesungguhnya. Sesungguhnya Pertemuan itu bukanlah menjadi jaminan sesungguhnya sebagai makna bersambungnya hati akan tetapi ternyata silaturahmi yang sesungguhnya adalah sebagaimana yang diajarkan nabi Muhammad saw, seperti yang pernah disabdakan oleh Nabi Rasulullah SAW, bahwasanya agar mendapatkan derajat yang besar di hadapan Allah SWT, seperti yang disabdakan Nabi… Bahwasanya Nabi Muhammad bersabda, “Demi Allah kau tidak akan masuk surga kecuali engkau sudah beriman dan tidak akan iman sesungguhnya diantara kamu sehingga kamu itu saling mencintai.” Dan saling mencintai itulah yang mengantarkan keindahan dihadapan Allah SWT, bukan ziarahnya saja, akan tetapi ziarah sarana prasarana menuju cinta. Yang sering ziarah kesana kemari jika tidak menghadirkan makna cinta adalah omong kosong, maka yang harus kita tekankan saat ini adalah ziarah yang kita lakukan secara dhahir harus ada buahnya, yaitu cinta. Dan cinta ini mempunyai tanda, diantaranya kita berjuang untuk teman kita, kita rela memaafkan kesalahannya. Ini adalah makna yang hadir setelah ada makna cinta di dalam hati.

Betapa pentingnya rasa kecintaan itu sehingga Allah SWT menciptakan kecintaan diantara kita. Sungguh dua orang sahabat saling berziarah, dua-duanya adalah orang yang berkhianat jika memang ternyata masih menyempan rasa mangkel dan rasa benci serta tidak ada cinta di dalam hatinya. Dan untuk menumbuhkan rasa cinta ini adalah disamping kita berziarah secara dhahir, maka mari kita berziarah secara bathin. Ini yang sering dilupakan. Ziarah secara bathin ini lebih penting daripada ziarah secara dhahir. Ziarah secara bathin ini adalah saling mendoakan, yuk kita saling mendo’akan kepada sesama kita walaupun andai kata mereka di saat sesama kita itu tidak ada dihadapan kita. Mendo’akan kepada sesama kita dengan do’a-do’a yang baik biarpun saudara memusuhi kita, justru hakikat silaturahmi itu adalah disaat kita menyambung tali persaudaraan yang diputus oleh saudara kita. Seperti yang diajarkan dan disabdakan oleh Nabi Muhammad saw, “Bukanlah menyambung persaudaraan itu adalah membalas kebaikan seseorang, akan tetapi yang dimaksud menyambung silaturahmi itu adalah jika hubungannya diputus maka ia memulai menyambungnya, jika dia dizolimi dia yang sabar memohon maaf, dia dianiaya maka dia yang datang duluan.” Ini adalah makna silaturahmi, maka dari itu marilah kita hadirkan makna do’a, do’a yang sesungguhnya dengan tulus kepada Allah SWT, kepada orang yang kita cintai dan orang yang membenci sekalipun, orang yang mendengki sekalipun kita do’akan! Dengan do’a-do’a yang baik, dengan harapan bersih hati kita dan memang tujuan silaturahmi itu baru akan terwujud secara benar jika dihati kita sudah tidak ada dendam dan tidak ada dengki kepada orang tersebut. Biarpun kita ziarah seribukali dalam sehari akan tetapi jika dihati kita ada dengki tidaklah sampai kepada yang namanya silaturahmi.  Wallahu a’lam bissawb

KHUTBAH KEDUA

الله أكبر- الله أكبر- الله أكبر- الله أكبر-الله أكبر- الله أكبر- الله أكبر لا إله إلا الله، الله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد

الحمدّ لله الذي منّ علينا بهذه الصبيحة المباركة اللامعة والصلاة والسلام على  سيدنا محمد ذي الأنوار الساطعة وعلى ءال بيته الطاهرين وصحابته الطيبين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.أما بعد:

فيا عباد الله، اتقوا الله حق تقاته تكونوا عنده من المفلحين الفائزين

عباد الله ، ألا فصلوا وسلموا على خاتم النبيين وإمام المتقين ، فقد أمركم بذلك الربّ الكريم فقال سبحانه قولاً كريما: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰئِكَـتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىّ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلّمُواْ تَسْلِيماً الأحزاب:56 .اللهم صل وسلم على عبدك ورسولك سيدنا ونبينا محمد وعَلَى ءالِهِ وَأَصْحَابِهِ الذينَ عَلا بِهِمْ ‏مَنَارُ الإيمانِ وارتَفَعْ، وَشَيَّدَ اللهُ بِهِمْ مِنْ قَواعِدِ الدّينِ ‏الحَنِيفِ مَا شَرَعْ، وَأَخْمَدَ بِهِمْ كَلِمَةَ مَنْ حَادَ عَنِ الحقِ ‏وَمَالَ إلى البِدَعْ.، اللهم وارض عن خلفائه الأربعة ساداتنا أبي بكروعمروعثمان وعلي وعن سائر أصحاب رسولك أجمعينا اللّهُمّ اغفِرْ للمُؤمِنينَ والمُؤمِناتِ الأحْياءِ مِنهُم والأمْوات إنّكَ سَميعٌ قَريبٌ مُجيبُ الدّعَوَاتِ، اللّهُمّ اسْتُرْ عَوْراتِنَا ‏وآمِنْ رَوْعَاتِنَا واكْفِنَا ما أَهَمَّنَا وَقِنَا شَرَّ ما َتَخَوَّفنا .عِبَادَ ‏اللهِ إنّ اللهَ يأمُرُ بالعدْلِ والإحْسانِ وإيتاءِ ذي القُربْى ‏ويَنْهى عنِ الفَحْشاءِ والمُنْكَرِ والبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلّكُمْ ‏تَذَكّرُون، أذْكُرُوا اللهَ العَظيمَ يَذْكُرْكُمْ واشْكُرُوهُ يَزِدْكُمْ ‏واسْتَغْفِرُوهُ يَغْفِرْ لَكُمْ واتّقُوهُ يجْعَلْ لَكُمْ من أمْرِكُمْ ‏مَخْرَجاً.

Jangan Lupa Share klik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.