Kalimat dan Kosakata yang sering digunakan dalam percakapan bahasa arab

Posted on

berikut adalah pembahasan Kalimat dan Kosakata yang sering digunakan dalam percakapan bahasa arab

kalimat dan kosakata yang sering digunakan dalam uslub percakapan bahasa arab

Nambah Uslub (436)

👉 DENGAN HARAPAN : عَلَى أَمَلِ

👉 Contoh :

اسْتَعْدَدْتُ جَيِّدًا عَلَى أَمَلِ أَنَّ أَنْجَحَ هَذِهِ الْمَرَّةَ.

Saya mempersiapkan diri dengan baik dengan harapan akan sukses kali ini.

نَصَحَتُهُ مَرَّةً أُخْرَى عَلَى أَمَلِ أَنْ يُغَيِّرَ مَوْقِفَهُ.

Saya kembali menasihatinya dengan harapan ia merubah sikapnya.

بَعَثْنَا خِطَابًا إِلَى الْمُدِيرِ عَلَى أَمَلِ أَنْ يُلْغِيَ قَرَارَهُ.

Kami menyurati pak direktur dengan harapan dia membatalkan keputusannya.

هَاجَرَ قَرْيَتَهُ عَلَى أَمَلِ أَنْ يَعِيشَ حَيَاةً أَفْضَلَ.

Ia meninggalkan desanya dengan harapan menemukan hidup yang lebih baik.

هَاجَرَ إِلَى الْمَدِينَةِ عَلَى أَمَلِ أَنَّ حَيَاتَهُ تَتَحَسَّنُ.

Ia pindah ke kota dengan harapan hidupnya akan membaik.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (437)

👉 SEKILAS : فِي لَمْحَةٍ

👉 Contoh :

قَرَأتُ فِي لَمْحَةٍ عُنَاوِينَ الْأَخْبَارِ هَذَا الصَّبَاحَ.
Saya sudah membaca sekilas judul-judul berita pagi ini.

عَرَضَ الْأُسْتَاذُ فِي لَمْحَةٍ سِيرَتَهُ الذَّاتِيَّةَ.
Ustadz memaparkan sekilas tentang bio datanya.

فِي لَمْحَةٍ يَبْدُو أَنَّ هَذَا الْأُسْتَاذَ مِثْلُ أَبِي.
Sekilas, ustadz ini tampak seperti ayah saya.

فِي لَمْحَةٍ لَيْسَ هُنَاكَ خَطَأٌ فِي كَلَامِهِ.
Sekilas, tidak ada yang salah dengan ucapannya.

فِي لَمْحَةٍ لَا فَرْقَ بَيْنَ هَاتَيْنِ الصُّورَتِيْنِ.
Sekilas, dua foto ini tidak ada bedanya.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (438)

👉 KALAU MEMANG BENAR : إِنْ كانَ

👉 Contoh :

إِنْ كُنْتَ تُحِبُّنِي فَافْعَلْ مَا يُسْعِدُنِي.
Kalau memang benar kamu mencintaiku, lakukan apa yang membuatku bahagia.

إِنْ كُنْتُمْ طُلَّابَ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ فَتَكَلَّموا بِهَا.
Kalau memang benar kalian mahasiswa bahasa Arab, berbicaralah pakai bahasa Arab.

إِنْ كُنَّا إِخْوَةٌ فَلِمَاذَا يُكْرَهُ بَعْضُنَا بَعْضًا.
Kalau memang benar kita bersaudara, kenapa kita saling membenci?

أَعْرِبْ هَذِهِ الْجُمْلَةَ إِنْ كُنْتَ بِالنَّحْوِ مُلِمًّا.
Kalau memang benar kamu pintar nahwu, i’rabkan kalimat ini.

أَرِنِي الْمِفْتَاحَ إِنْ كُنْتَ صَاحِبَ هَذِهِ السَّيَّارَةِ.
Kalau memang benar kamu pemilik mobil ini, tunjukkan saya kunci kontaknya.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (439)

👉 SAAT ITU : يَوْمَهَا

👉 Contoh :

كَانْتْ الْمُوَاصَلَاتُ يَوْمَهَا نَادِرَةً وَصَعْبَةً جِدًّا.
Saat itu, transportasi sangat jarang dan sulit.

وَكَانَ الْكَهْرَبَاءُ يَوْمَهَا لَمْ يَكُنْ مَوْجُودًا.
Saat itu, listrik belum ada.

كُنْتُ يَوْمَهَا فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ مِنْ الْجَامِعَةِ.
Saat itu, saya masih kuliah tahun ketiga.

لَنْ أَنْسَى كَيْفَ الْتَقَيْنَا وَمَا قُلْتَ لِي يَوْمَهَا.
Saya tak akan lupa bagaimana kita bertemu dan apa yang kamu ucapkan saat itu.

قُلْتُ يَوْمَهَا أَنَا أُحِبُّكِ وَمازِلْتُ أُحِبُّكِ إِلَى الْآنَ.
Saat itu aku berkata aku mencintaimu, dan sampai sekarang pun aku tetap mencintaimu.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (440)

👉 SAAT INI : حَالِيًّا

👉 Contoh :

أَنَا حَالِيًّا فِي الْقِطَارِ إِلَى جَاكَرْتَا.
Saat ini saya di kereta menuju Jakarta.

الْجَامِعَةُ حَالِيًّا مازالَتْ مُغْلَقَةً.
Saat ini kampus masih tutup.

أَنَا حَالِيًّا اتَّجِهُ إِلَى الْجَامِعَةِ.
Saya saat ini menuju kampus.

حَالِيًّا مَازِلْتْ فِي السُّوقِ.
Saya saat ini masih di pasar.

حَالِيًّا نَحْنُ فِي الطَّرِيقِ إِلَى الْمَطَارِ.
Kami saat ini sedang menuju bandara.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (441)

👉 SEKARANG : فِي السَّابِقِ

👉 Contoh :

فِي السَّابِقِ كَانْتْ الْحَيَاةُ بَسِيطَةً جِدًّا.
Dahulu, kehidupan sangat sederhana.

فِي السَّابِقِ كُنُتْ أَسْكُنُ فِي بَيْتٍ مُسْتَأْجَرٍ.
Dahulu, saya pernah tinggal di rumah kontrakan.

فِي السَّابِقِ الْكَهْرَبَاءِ لَمْ يَكُنْ مُوجِدًا.
Dahulu, listrik belum ada.

هَلْ نَسِيُتُ مَا قُلُتُ لَكَ فِي السَّابِقِ.
Apa kamu lupa apa yang dahulu aku katakan padamu?

الْحَيَاةُ لَمْ تَعُدْ بَسِيطَةً كَمَا كَانْتْ فِي السَّابِقِ.
Hidup tidak lagi sederhana seperti dahulu.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (442)

👉 SEKARANG INI : فِي الْوَقْتِ الْحاضِرِ

👉 Contoh :

أَصْبَحَ الْإِنْتِرْنِتْ فِي الْوَقْتِ الْحاضِرِ ضَرُورِيًّا جِدًّا.
Sekarang ini, internet menjadi sesuatu yang sangat penting.

فِي الْوَقْتِ الْحاضِرِ أَسْعَارُ النِّفْطِ تَنْخَفِضُ كَثِيرًا.
Sekarang ini, harga minyak turun drastis.

التَّطَوُّراتُ التِّكْنُولُوجِيَّةُ فِي الْوَقْتِ الْحاضِرِ مُذْهِلَةٌ.
Perkembangan teknologi sekarang ini mencengangkan.

فِي الْوَقْتِ الْحاضِرِ مَراكِزُ حِفْظِ الْقُرْآنِ كَثِيرَةٌ جِدًّا.
Sekarang ini, pusat tahfidz Al-Qur’an sangat banyak.

لَمْ نَتَوَقَّعْ أَنْ نَرَى ما رَأَيْناهُ فِي الْوَقْتِ الْحاضِرِ.
Kita tak pernah membayangkan akan melihat apa yang kita lihat sekarang ini.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (443)

👉 HARI-HARI INI : هَذِهِ الْأَيّامَ

👉 Contoh :

أَسْعَارُ الْحَاجَاتِ تَرْتَفِعُ هَذِهِ الْأَيَّامَ.
Hari-hari ini, harga kebutuhan naik.

هَذِهِ الْأَيَّامَ أَنَا مَشْغُولٌ جِدًّا.
Hari-hari ini saya sangat sibuk.

السَّفَرُ بِالطَّائِرَةِ صَعْبٌ جِدًّا هَذِهِ الْأَيَّامَ.
Bepergian dengan pesawat sangat sulit hari-hari ini.

هَذِهِ الْأَيَّامَ الْمُوَاصَلَاتُ نَادِرَةٌ جِدًّا.
Hari-hari ini transportasi sangat jarang.

هُنَاكَ أَمَاكِنُ لَا يُسْمَحُ لَنَا زِيَارَتُهَا هَذِهِ الْأَيَّامَ.
Ada tempat-tempat yang tidak boleh dikunjungi hari-hari ini.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (444)

👉 DAN LAIN-LAIN : وَهَلُمَّ جَرًّا

👉 Contoh :

نَدْرُسُ هَذَا الْفَصْلَ عِلْمَ النَّحْوِ وَالْبَلَاغَةِ وَهَلُمَّ جَرًّا.
Semester ini kami belajar Ilmu Nahwu, Balaghah, dan lain-lain.

اشْتَرَيْتُ في الْمَكْتَبَةِ أَقْلامًا وَكُرَّاسَاتٍ وَهَلُمَّ جَرًّا.
Di toko buku saya membeli pensil, buku tulis, dan lain-lain.

وَضَعَتْ فِي حَقِيبَتِهَا مَنْدِيلًا وَمُشْطًا وَهَلُمَّ جَرًّا.
Dia menaruh dalam tasnya tissu, sisir, dan lain-lain.

نَشَرَ فِي الْفِسْبُوكِ صُوَرًا وَفيدِيوهاتٍ وَهَلُمَّ جَرًّا.
Dia mem-posting di facebook foto-foto, video, dan lain-lain.

أَلَّفَ كُتُبًا فِي الشِّعْرِ وَالْقِصَّةِ وَالرِّوَايَةِ وَهَلُمُّ جَرًّا.
Dia menulis buku puisi, cerita, novel, dan lain-lain.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (445)

👉 TERUS MENERUS : دَوَالَيْكَ

👉 Contoh :

هُمْ اتَّصَلوا عَلِيَّ دَوَالَيْكَ.
Mereka terus menerus meneleponku.

مَارَسَ مَا تَعَلَّمَ مِنَ الْعَرَبِيَّةِ دَوَالَيْكَ.
Dia mempraktekkan bahasa Arab terus menerus.

ارْتَكَبَ الْخَطَأَ عَيْنَهُ دَوَالَيْكَ.
Dia melakukan kesalahan yang sama terus menerus.

هِيَ غَابْتْ عَنْ الدِّرَاسَةِ دَوَالَيْكَ.
Dia tidak masuk kuliah terus menerus.

طَلَبَ مِنِّي الْمُسَاعَدَةَ دَوَالَيْكَ.
Dia terus menerus meminta bantuan padaku.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (446)

👉 TERUS : ثُــمَّ

👉 Contoh :

دَخَلَ إِلَى الْغُرْفَةِ ثُمَّ نَامَ.
Dia masuk kamar terus tidur.

تَخَرَّجَ مِنْ الْجَامِعَةِ ثُمَّ تَزَوَّجَ.
Dia lulus kuliah terus menikah.

ذَهَبْتُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ ثُمَّ إِلَى اَلْمَقْصَفِ.
Saya pergi ke perpus terus ke kantin.

ابْتَسَمَتْ عَلَيَّ ثُمَّ انْصَرَفْتْ.
Dia tersenyum padaku terus berlalu

صَلّوا التَّحَحُّدَ ثُمَّ جَلَسُوا مُسْتَغْفِرِينَ.
Mereka salat tahajjud terus duduk beristighfar.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (447)

👉 DAN BEGITU SETERUSNYA : وَهَكَذَا دَوَالَيْكَ

👉 Contoh :

نَدْرُسُ الْيَوْمَ دَرْسًا وَاحِدا وَغَدًا دَرْسينَ وَبَعْدَ غَدٍ ثَلَاثَةَ دُرُوسٍ وَهَكَذَا دَوَالَيْكَ.
Hari ini kita belajar satu daras, besok dua daras, lusa tiga daras, dan begitu seterusnya.

أَنَا أَقْرَأُ الْفِقْرَةَ الْأَوْلَي وَأَنْتَ الْفَقْرَةَ الثَّانِيَةَ وَهُوَ الْفَقْرَةَ الثَّالِثَةَ وَهَكَذَا دَوَالَيْكَ.
Saya baca paragraf pertama, kamu paragraf kedua, dia paragraf ketiga, dan begitu seterusnya.

أَنْتَ تَبْدَأُ بِجُمْلَةٍ وَأَنَا أُضِيفُ إِلَيْهَا جُمْلَةً وَهُوَ يُضِيفُ إِلَيْهِمَا جُمْلَةً وَهَكَذَا دَوَالَيْكَ.
Kamu mulai dengan satu kalimat, lalu saya menambahkan satu kalimat, lqlu dia menambahkan satu kalimat, dan begitu seterusnya.

نَقْرَأُ فَقْرَةً ثُمَّ نُتَرٍجِمُها وَنَقْرَأُ فَقْرَةً بعْدَها ثُمَّ نُتَرْجِمُها وَهَكَذَا دَوَالَيْكَ.
Kita baca satu paragraf lalu kita terjemah, setelah itu kita baca paragraf setelahnya lalu kita terjemah, dan begitu seterusnya.

أَنَا أَقُولُ لَكَ كَلِمَةً وَأَنْتَ تَقُولُهَا لِمَنْ بِجانِبِكَ وَالَّذِي بِجانِبِكَ يَقُولُهَا لِمَنْ بِجَانِبِهِ وَهَكَذَا دَوَالَيْكَ.
Saya mengatakan padamu satu kata, lalu kamu mengatakannya kepada orang di sampingmu, orang di sampingmu itu mengatakannya kepada orang di sampingnya lagi, dan begitu seterusnya.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (448)

👉 MASIH : مازالَ

👉 Contoh :

مازالَتْ الْمَدارِسُ وَالْجامِعاتُ مُغْلَقَةً.
Sekolah-sekolah dan kampus-kampus masih lockdown.

مازِلْنا مُتَخَلِّفِينَ فِي تَوْظِيفِ التَّكْنُّولُوجيّا.
Kita masih tertinggal dalam pemanfaatan teknologi.

مازالَ نائِمًا عِنْدَما رَفِعَ أَذانُ الصُّبْحِ.
Dia masih tidur ketika azan subuh berkumandang.

مازالُوا يَتَعَلَّمُونَ الْعَرَبِيَّةَ بِطَرِيقَةٍ تَقْلِيدِيَّةٍ.
Mereka masih mempelajari bahasa Arab dengan cara tradisional.

مازِلْتُمْ تَتَكاسَلُونَ وَالِامْتِحانُ عَلَى الْأَبْوابِ.
Kalian masih bermalas-malasan padahal ujian sudah di depan mata.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (449)

👉 TETAP : ظَلَّ

👉 Contoh :

أُحِبُّكِ وَسَأَظَلُّ أُحِبُّكِ مَهْما حَصَلَ
Aku mencintaimu dan akan tetap mencintaimu apa pun yang terjadi.

لَقَدْ خانَهَا عدّةَ مَرّاتٍ إِلَّا أَنَّها ظَلّتْ تُحِبُّهُ.
Dia berulang kali mengkhianatinya , tapi ia tetap mencintainya.

حَاوَلْنا أَنْ نَتَكَلَّمَ مَعَهُ وَلَكِنَّهُ ظَلَّ صامِتًا.
Kami sudah mencoba bicara dengannya , tapi dia tetap membisu.

رَنَّ جَرَسُ الِاسْتِراحَةِ وَلَكِنَّهُ ظَلَّ جالِسًا فِي الْفَصْلِ
Bel istrahat telah berbunyi, tapi ia tetap duduk di dalam kelas.

رَغْمَ أَنَّ الِامْتِحانَ قَدْ فاتَ وَلَكِنَّهُ ظَلَّ يُراجِعُ دُرُوسَهُ.
Walaupun ujian sudah lewat, ia tetap murajaah pelajarannya.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (450)

👉 JANGAN PERNAH : إِيَّاكَ أَنْ

👉 Contoh :

إِيَّاكَ أَنْ تُؤْذِيَ وَالِدَيْكَ.
Jangan pernah melukai perasaan kedua orang tuamu.

إِيَّاكُمْ أَنْ تُؤَجِّلوا فِعْلَ الْخَيْرَاتِ.
Jangan pernah kalian menunda melakukan kebaikan.

إِيَّاكَ أَنْ تُسِيءَ الظَّنَّ بِرَبِّكَ.
Jangan pernah engkau berburuk sangka kepada Tuhanmu.

إِيَّاكَ أَنْ تَحْتَقِريْ مـَنْ دُونَكَ.
Jangan pernah kamu meremehkan orang di bawahmu.

إِيَّاكُمْ أَنْ تَسْتَسْلِموا لِلظُّرُوفِ.
Jangan pernah kalian menyerah kepada keadaan.

Uslub Nahwu,
Nambah Uslub (451)

👉 MAAF : آسِفٌ

👉 Contoh :

آسِفٌ، ظَنَنْتُ أَنَّكَ لَمْ تَحْضُرْ.
Maaf, saya kira kamu belum datang.

آسِفٌ، كُنْتُ فِي الْخَارِجِ.
Maaf, tadi saya di luar.

آسِفٌ، لَا أَسْتَطِيعُ الْحُضُورَ.

Maaf, saya gak bisa datang.

آسِفٌ، لَمْ أَفْهَمْ مَا قُلْتَ.
Maaf, saya gak paham apa yang kamu katakan.

آسِفٌ، أَنَا فِي الْمُحَاضَرَةِ.
Maaf, saya lagi kuliah.

Jangan Lupa Share klik
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Gravatar Image
http://hilyah.id/ dengan Hilyah belajar Bahasa Arab lebih Mudah, Web ini disajikan oleh Nur Hanifansyah, berupa Materi Sederhana untuk memudahkan belajar bahasa arab dan inggris, kumpulan ceramah agama, khutbah, cerita tentang para ulama, para habaib dan para salaf sholeh, juga menyajikan pembelajaraan bahasa arab yang mudah sesuai tingkatan, pemula, menengah dan mahir / advanced, Mohon Dukungannya Selalu untuk Hilyah.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *