Belajar Nahwu dasar “ Mengenal i’rab dan bagian-bagiannya”

Posted on

kita akan belajar bahasa arab secara online, mempelajari nahwu shorof secara online dengan mudah pula, maka saya bersama rekan sahabat saya Sibawaih Saifullah yang memiliki blog https://gusibe.blogspot.com/ akan selalu bertukar pikiran dan selalu update dengan wawasan wawasan bahasa arab dan lainnya, khususnya masalah nahwu dan shorof, Sibawaih Saifullah Pakarnya..

Bismilahirrahmaanirrahiim, setelah kita mengetahui kalimat-kalimat yang merupakan bagian kalam lengkap dengan ta’rif dan tanda-tandanya, kita akan Belajar Nahwu dasar “ Mengenal i’rab dan bagian-bagiannya”dengan itu artinya kita sudah bisa mengenal dan membedakan antara satu kalimat dengan yang lainnya secara satu persatu atau terpisah, maka dalam kesempatan kali ini kita akan membahas kalimat-kalimat tersebut jika digandeng bersama kalimat lainnya sehingga menimbulkan perubahan keadaan didalam kalimat tersebut yang disebut dengan i’rab.Pengertian I’rabI’rab menurut kitab Muqaddimah Aajuruumiyyah ialah:تَغْيِيْرُ أَوَاخِرِ الْكَلِمِ لِاخْتِلَافِ العَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيْرًاArtinya: Merubah akhir kalimat karena berbeda-beda ‘amil yang memasukinya, perubahan itu bisa berupa lafadz ( ucapan ) atau taqdir ( hanya dikira-kirakan, tidak nampak pada ucapan ).Al Imam as Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan menjelaskan:” Bahwa lafadz Zaid sebelum digandeng dengan kalimat lain (baca: ‘amil ) hukumnya mauquf alias tidak bisa diberi harokat akhirnya dengan dlommah, fathah maupun kasrah,

baru kemudian jika kita gandeng dengan جاء maka  kita katakan جاء زيد dengan dlommah, atau رأيت maka kita katakan رأيت زيدا dengan fathah. Atau باء maka kita katakan مررت بزيد dengan kasrah.Perubahan akhir kalimat زيد dari dun ke dan atau din disebabkan جاء, رأيت dan الباء huruf jarr itulah yang dinamakan i’rab, sedangkan جاء, رأيت dan الباء yang menyebabkan akhir kalimat زيد berharakat dengan dlommah, fathah atau kasrah itu dinamakan dengan ‘amil”.

SyarahMukhtashar Jiddan dengan sedikit perubahan redaksi )Kemudian i’rab atau perubahan akhir kalimat itu kadang-kadang nampak pada ucapan seperti contoh di atas, i’rab seperti itu dinamakan i’rab lafdziy, dan terkadang tidak nampak pada ucapan maka oleh ulama nahwu perubahan itu ditaqdirkan alias dikira-kirakan, i’rab seperti ini dinamakan i’rab taqdiriy, hal ini terjadi pada beberapa kalimat,

diantaranya:

1.      Isim maqshuur yaitu isim yang diakhiri dengan alif laazimah, seperti الفتى. Semua i’rob ditaqdirkan padanya, baik dlommah, fathah maupun kasroh, karena alif tidak menerima harakat.

Seperti: جَاءَ الفَتَى، رَأَيْتُ الفَتَى، مَرَرْتُ بِالْفَتَى.      

2 . Isim manquush yaitu isim yang diakhiri dengan ya’ laazimah, seperti القاضي. Semua i’rab kecuali fathah ditaqdirkan padanya karena bberat mengucapkan ya’ diakhir kalimat dengan harakat dlommah atau kasrah, seperti: جَاءَ القَاضِي، رَأَيْتُ القَاضِيَ، مَرَرْتُ بِالْقَاضِي

3.    Isim mudlof ilaa yaa’il mutakallim yaitu isim yang beridlofat kepada ya’ yang bermakna “aku”, semua i’rab ditaqdirkan padanya karena menyesuaikan harakat dengan huruf ya’, seperti: جَاءَ غُلَامِي، رَأَيْتُ غُلَامِي، مَرَرْتُ بِغُلَامِي

Catatan:1.      Alif dan ya’ laazimah ialah alif dan ya’ yang merupakan bagian dari huruf asli kalimat bukan tambahan, dalam ilmu sharaf dikenal dengan laam kalimah karena letaknya diakhir berhadapan dengan laam pada wazan.Macam-macam i’rabI’rab ada empat macam:1.      Rafa’ yaitu i’rab yang ditandai dengan dlommah atau penggantinya pada akhir kalimat.2.      Nashab yaitu i’rab yang ditandai dengan fathah atau penggantinya pada akhir kalimat.3.      Khafadl/ jarr yaitu i’rab yang ditandai dengan kasrah atau penggantinya pada akhir kalimat.4.      Jazam yaitu i’rab yang ditandai dengan sukun atau penggantinya pada akhir kalimat.Rafa’ dan nashab bisa menjadi i’rab bagi isim dan fi’il, sedangkan khafadl khusus untuk isim, dan jazam khusus untuk fi’il.

beginilah cara simple kita belajar nahwu shorof secara online dan simple, insya Allah akan dicantumkan kedepannya penjelasan sederhana mengenai nahwu dan shorof

Sekian penjelasan seputar i’rab pada tulisan kali ini, untuk hal-hal yang dirasa belum tuntas atau belum difahami bisa ditambahkan atau ditanyakan dikolom komentar, semoga bermanfaat, Wassalaam. By Sibawaihi Saifullah.

Jangan Lupa Share klik
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Gravatar Image
http://hilyah.id/ dengan Hilyah belajar Bahasa Arab lebih Mudah, Web ini disajikan oleh Nur Hanifansyah, berupa Materi Sederhana untuk memudahkan belajar bahasa arab dan inggris, kumpulan ceramah agama, khutbah, cerita tentang para ulama, para habaib dan para salaf sholeh, juga menyajikan pembelajaraan bahasa arab yang mudah sesuai tingkatan, pemula, menengah dan mahir / advanced, Mohon Dukungannya Selalu untuk Hilyah.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *